Virus Corona di Malang

Angkutan yang Beroperasi di Terminal Arjosari Tersisa Lima Bus

Jumlah angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Arjosari, Malang, Jawa Timur hanya tersisa lima bus.

Sylvianita widyawati/surya
Suasana pemantauanTerminal Arjosari Malang oleh Djoko Sasono, Sekjen Kemenhub, Rabu (13/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jumlah angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur hanya tersisa lima bus.

Bus yang masih beroperasi terbatas hanya jurusan Jakarta, Bogor dan Bandung.

Pengelola Administrasi Umum Terminal Arjosari, Agus Ruskandi menyatakan terdapat 55 angkutan AKAP yang beroperasi setiap hari sebelum pandemi virus Corona atau Covid-19 menerjang.

“Setiap hari sebetulnya ada 55 bus AKAP. Tapi sekarang yang beroperasi cuma 5 bus,” ujar Agus, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, perusahaan bus memilih parkir karena merosotnya penumpang akibat pandemi Covid-19. Ditambah, pemerintah memberlakukan jaga jarak (physical distancing) dan mengurangi kapasitas angkutan sampai 50 persen.

“Tidak jalan ini karena penumpangnya kosong, kalau ada mungkin bus tujuan Cirebon, Purwokerto dan Denpasar bisa operasi,” katanya.

Bertemu Presiden RI Jokowi di Istana, LaNyalla Bahas Ketahanan Pangan Hingga Penguatan DPD RI

Ancaman Serius China ke Prancis, Minta Kontrak Senjata dengan Taiwan Batal, Berujung Mengerikan?

Kocak, Dipinjami Mobil Rp 15 Milliar Milik Raffi Ahmad, Denny Cagur Malah Lakukan Aksi Tak Terduga

Agus juga menyebut arus keluar-masuk penumpang di Terminal Arjosari turun drastis sampai 80 persen. Padahal saat momen lebaran tahun lalu, lebih dari 32 ribu penumpang datang dan pergi melalui Terminal Arjosari.

“Biasanya saat musim mudik itu bisa sampai 32 ribu penumpang setiap hari keluar-masuk. Sekarang sepi,” bebernya.

Sementara itu Rina perwakilan dari PO Lorena mengatakan hanya ada satu bus yang dioperasikan tujuan Bandung-Jakarta. Padahal tahun lalu di rute yang sama, terdapat tiga bus yang beroperasi.

“Kalau sekarang cuman 1, tahun lalu tiga,” ucap dia.

PO Lorena pun mematuhi anjuran pemerintah untuk memberlakukan jaga jarak dan memangkas kapasitas angkutan. Satu bus yang biasanya dapat diisi 32 orang, kini dipangkas hanya untuk 16 orang.

“Maksimal sekarang 16 penumpang,” ungkap Rina.

Selain AKAP, tidak ada lagi angkutan yang beroperasi di Terminal Arjosari. Hal itu sejalan dengan surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur nomor 551.21/3120/123.4/2020 yang melarang operasional angkutan umum AKDP mulai 12 Mei sampai 25 Mei mendatang.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved