PSBB Malang Raya

Aturan Mobilitas Orang Selama PSBB Malang Raya, Wali Kota Sutiaji: Boleh Masuk Asal Bawa Surat Tugas

Wali Kota Malang Sutiaji jelaskann aturan mobilitas orang selama PSBB Malang Raya, boleh masuk asal bawa surat tugas.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Wali Kota Malang, Sutiaji, saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (9/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mobilitas orang di Malang Raya menjadi persoalan penting saat penerapan PSBB Malang Raya.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa siapapun boleh untuk melakukan mobilitas hilir mudik lintas daerah di Malang Raya.

Asalkan, orang tersebut tidak melakukan aktivitas keluar dari wilayah Malang Raya.

Bocor Obrolan Prabowo & Menhan China saat Masa Genting Laut China Selatan, Singgung Kekuatan Militer

Tangis Yan Vellia Istri Didi Kempot Kuak Ulah Orang Jahat, Curhat Rasanya Dibully: Tuhan Maha Tahu

Sejumlah poin penting juga diterapkan di dalam mobilitas orang tersebut.

Seperti orang yang bukan warga Malang Raya (tidak Ber-KTP Malang Raya) diperbolehkan melakukan perjalanan ke wilayah Malang Raya asalkan memiliki surat tugas.

Apabila orang tersebut tidak memiliki surat tugas, maka tidak boleh melakukan perjalanan lintas daerah di Malang Raya.

Sosialisasi PSBB Malang Raya Hari Pertama, 200 Lebih Kendaraan Diminta Putar Balik

Salat Idulfitri Diperbolehkan Meski PSBB Malang Raya, Sutiaji: Tapi Harus Pakai Protap Covid-19

"Jadi harus punya surat tugas. Nanti akan ditanyai ketika di perbatasan antar daerah. Karena di sana akan ada cek point untuk pengecekan mobilitas orang," ucap Wali Kota Malang Sutiaji.

Tak hanya itu, bagi warga Malang Raya atau yang ber-KTP Malang Raya tetap bisa menjalani aktivitas antar daerah.

Masyarakat hanya perlu menunjukkan KTP di setiap posko cek point yang telah disediakan selama penerapan PSBB.

Negosiasi Buntu, Barcelona Berencana Tukarkan Nelson Semedo Dengan Defender Timnas Italia

"Nanti di sana ada petugasnya. Tinggal menunjukkan KTP, langsung jalan, jadi biar tidak ada penumpukan," ucapnya.

Untuk itu, pada saat hari pertama penerapan PSBB Malang Raya akan dijadikan bahan evaluasi oleh Pemkot Malang.

Dari hasil evaluasi itulah yang nantinya akan dilakukan perbaikan agar efektivitas selama penerapan PSBB bisa lancar.

"Goal kita physical distancing. Nanti kita lihat dulu kondisinya. Karena kita berkaca pada saat penerapan awal PSBB di Surabaya," tandasnya.

Penulis: Rifky Edgar

Editor: Heftys Suud

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved