Idulfitri 2020

Masjid Kampung Boleh Gelar Salat Idul Fitri, Pemprov Jatim Wanti-wanti Protokol Pencegahan Covid-19

Pemprov Jatim tegaskan masyarakat boleh menggelar salat Idul Fitri 1441 H, asal penuhi protokol kesehatan pencegahan virus Corona ( Covid-19 ).

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono menegaskan bahwa untuk Idul Fitri 1441 H masyarakat bolehkan tetap menjalankan salat Ied dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

Hal itu sebagaimana disampaikan Heru Tjahjono saat memberikan keterangan pers di Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/5/2020).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran hari ini terkait syarat dan ketentuan dalam menyelenggarakan salat Idul Fitri.

Inikah Foto Pernikahan Didi Kempot dan Yan Vellia? Tak Sengaja Terekspos di IG, Lihat Pakaian Mereka

Makna Asli Gambar NF, Siswi SMP Pembunuh Bocah, yang Diikat adalah Diri Sendiri, Pacarnya Kelainan

Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekdaprov, disampaikan bahwa Pemprov Jatim memperhatian Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat, takbir dan salat Idul Fitri, saat pandemi virus Corona ( Covid-19 ), disebutkan bahwa salat Ied, takbir, tahmid, tasbih serta aktivitas ibadah lainnya sebagai ibadah di bulan Ramadhan boleh dilakukan secara berjamaah. Namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan.

"Jadi surat yang kami keluarkan tadi ini adalah melihat adanya masukan dan juga rekomendasi dari beberapa tokoh agama, kelompok agama yang menghadap ke gubernur. Surat yang kami keluarkan isinya persis dengan Fatwa MUI," kata Heru.

Download Lagu MP3 Kapusan Janji Didi Kempot feat Yuni Shara, Ada Lirik, Trending YouTube

PKB Jawa Timur Instruksikan Kepala Daerah Petahana Tak Politisasi Bansos Covid-19

Pelaksanaan protokol kesehatan yang dimaksud adalah salat idul Fitri dilakukan secara berjamaah di tanah lapang, masjid dan musalah, rumah maupun tempat lain.

Kegiatan tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang diatur mulai dari saat jamaah memasuki masjid.

"Misalnya di Masjid Al Akbar. Mulai masuk masjid jamaah sudah dipisah. Antriannya sudah diarahkan. Dan sandalnya tidak boleh ditinggal. Kita akan memberikan kresek agar supaya alas kakinya dibawa ke dalam, karena sebenarnya kalau salat di masjid antrinya itu saat akan keluar, nah ini yang kami antisipasi," kata Heru.

KSP Sahabat Mitra Sejati & Bank Sampoerna Kirim Sembako untuk Warga Surabaya Terdampak Covid-19

Tidak hanya itu, shaf atau jarak antar jamaah juga diatur ketat. Antar jamaah jaraknya adalah 1,5 hingga 2 meter.

Saat salat pun, imam juga diatur agar tidak memperpanjang bacaan dan khutbahnya juga tidak diperbolehkan lama. Bahkan salatnya hanya dibolehkan sepuluh menit.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved