PSBB Malang Raya

Peraturan PSBB Kabupaten Malang, Driver Ojol Tak Boleh Angkut Penumpang hingga Ganjil Genap Pedagang

Saat PSBB Malang Raya, driver ojek online dilarang angkut penumpang, namun boleh menerima layanan pengiriman makanan, minuman, dan barang.

TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, Mei 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi, melarang driver ojek online mengangkut penumpang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya, yang akan diberlakukan pada Minggu (17/5/2020) mendatang.

"Ojek online tidak boleh mengangkut penumpang, kecuali membonceng istrinya dan anaknya. Tapi ojol masih boleh bekerja saat PSBB,” ujar Sanusi saat ditemui di Rusunawa ASN, Kamis (14/5/2020).

Meski melarang driver ojek online angkut penumpang, Sanusi memperbolehkan driver ojek online menerima layanan pengiriman makanan, minuman, dan barang.

"Masih boleh bekerja. Antar makanan, minuman, dan barang masih boleh. Jadi tetap bisa beraktivitas mencari nafkah," kata pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Saat PSBB Malang Raya diberlakukan, Sanusi menegaskan, sektor perekonomian masih diperbolehkan melakukan aktivitas perdagangan.

Sosialisasi PSBB Malang Raya Hari Pertama, 200 Lebih Kendaraan Diminta Putar Balik

Lebaran saat PSBB Malang Raya, Pelatih Persik Kediri Gethuk: Di Rumah Aja, Jadi Petani Sementara

Tak hanya ekonomi, sektor pertanian juga tak mendapat larangan saat PSBB Malang Raya diterapkan. 

"Pemkab Malang tidak melarang pekerja maupun petani melakukan pekerjaannya saat PSBB," ujar Sanusi

Perekonomian di sektor pasar dipastikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Malang itu tetap berjalan.

Syaratnya, harus mematuhi protokol kesehatan virus Corona atau Covid-19. Seperti aturan jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun.

"Pasar-pasar di Kabupaten Malang tidak akan ditutup. Cuma nanti physical distancing tetap diberlakukan. Juga ada ganjil genap," kata Sanusi.

Editor: Dwi Prastika

Puluhan Pedagang Pasar Karangploso Malang Jalani Rapid Test Covid-19, Jika Reaktif Harus Karantina

Berbagi Kebutuhan Lewat Lumbung Pangan, Warga Kota Batu Diperbolehkan Ambil Secukupnya, Gratis!

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved