Virus Corona di Banyuwangi

Transparansi Bansos, Banyuwangi Pampang Data Penerima di Tempat Ibadah

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur terus memperluas publikasi data para penerima bantuan sosial bagi warga miskin terdampak virus Corona

Surya/Haorrahman
Nama penerima bantuan di pampang di tempat ibadah di Banyuwangi 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur terus memperluas publikasi data para penerima Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga miskin terdampak virus Corona atau Covid-19.

Tidak hanya dipampangkan di kantor kecamatan atau kantor desa saja. Namun juga dipampang di sejumlah tempat ibadah.

"Kami terus memperluas tempat-tempat yang memampang data penerima Bantuan Sosial (Bansos). Selain di kantor kecamatan dan desa, kita juga pasang di sejumlah tempat ibadah," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com, Kamis (14/5/2020).

Tempat ibadah sengaja dipilih untuk memperluas akses masyarakat untuk mengetahui data tersebut. Di antaranya yang telah dipampang data adalah Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, Masjid Besar Baiturrahman Genteng, Masjid KH. Ahmad Dahlan, Klenteng Hoo Tong Bio, Gereja Kristen Jawi Wetan dan sejumlah tempat lainnya.

Camat Banyuwangi, M. Lutfi menyebut pengumuman para penerima bansos ini adalah bagian dari upaya mendorong transparansi.

Nikahi Duda 45 Tahun Lebih Tua, Ibu Tiri Shireen Curhat Sulit Jadi Istri Mark Sungkar: Malu Sendiri

Cegah Penyebaran Covid-19 di Pengadilan Negeri Gresik, Pegawai dan Hakim jalani Rapid Test

Polantas Ngawi Jatim Amankan Pemudik, Kelabuhi Petugas Pemudik Dari Jakarta ini Sewa Mobil Towing

"Dengan pemampangan data ini, agar masyarakat tahu siapa yang dapat atau belum. Sehingga jika ada yang tahu ada tetangga atau saudaranya yang seharusnya tapi belum mendapat, bisa langsung melaporkan," ujar Lutfi kepada TribunJatim.com.

Data yang dipampang tersebut, meliputi para penerima bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten. Semuanya berbasis nama, alamat, sehingga bisa langsung diverifikasi secara langsung.

"Di masing-masing tempat pengumuman juga dilengkapi dengan contact person untuk pelaporan. Masyarakat bisa menelpon secara langsung ataupun datang ke kantor lurah atau kecamatan," papar Lutfi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan transparansi tersebut, juga berguna untuk meredam keresahan masyarakat. Berbagai bantuan yang ada, penyalurannya tidak serentak. Sehingga terkadang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat yang merasa tidak mendapat bantuan. Padahal, belum gilirannya untuk menerima.

"Masyarakat bisa tahu pula, ia dapat bantuan atau tidak. Bantuan apa yang bisa didapatkannya, kapan jadwalnya dan seterusnya. Sehingga tidak timbul keresahan yang sampai diumbar ke media sosial," jelentreh Abdullah Azwar Anas .

Upaya untuk mempublikasi data tersebut, merupakan bagian untuk memaksimalkan program pelaporan online. Masyarakat dapat mengecek para penerima bantuan sekaligus melaporkannya melalui website dengan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Karena tidak semua orang bisa mengakses secara online, maka kita juga memaksimalkannya dengan cara-cara manual seperti ini," tambahnya. (haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved