Karang Taruna Bagikan Sembako ke Korban PHK Dampak Covid-19 hingga ke Lokasi Karantina

Muhammad Nabil menjadi korban PHK setelah tempat kerjanya di Bali mengurangi karyawan akibat wabah Covid-19. Ia pulang kampung sebagai pengangguran.

ISTIMEWA
Penyerahan paket sembako ke korban PHK. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Muhammad Nabil kini menjadi pengangguran di kampungnya di Desa Brumbungan Lor, Kabupaten Probolinggo.

Ketika toko baju tempat kerjanya di Bali tak kuat menahan dampak wabah Covid-19, Muhammad Nabil termasuk karyawan yang terpaksa dilepas alias kena PHK.

Ia menjadi tak berpenghasilan tepat sebulan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2020.

“Tadinya saya bekerja di salah satu toko baju di Bali. Tetapi pada 30 April lalu, saya terkena pengurangan karyawan dan harus pulang ke kampung halaman," ujar Nabil yang masih menjalani karantina di desanya, Brumbungan Lor.

Karena itu Nabil sangat bersyukur ketika datang bantuan dari Karang Taruna (Karta) Brumbungan Lor, bagian dari Heppiii Community Probolinggo.

“Saya berterima kasih dengan adanya bantuan paket sembako ini.
Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk menyambung hidup sehari-hari mengingat tak ada lagi penghasilan,” imbuh Nabil.

Wabah Covid-19 juga memukul kehidupan Wawan. Warga Dusun Klojen, Desa Martopuro, Pasuruan ini sudah dua bulan dirumahkan karena Restoran Sederhana Purwodadi, tempatnya bekerja tutup sejak Maret 2020.

Karena tidak ada pemasukan, Wawan harus berhemat. Padahal ia harus menghidupi istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Tetapi, Rabu (13/5/2020) Wawan bisa sedikit bernafas lega. Ia juga mendapatkan bantuan paket sembako Ramadhan Heppiii dari Karta Dusun Klojen, juga anggota Heppiii Community.

“Bantuan paket sembako ini benar-benar sangat membantu saya karena saya sudah dua bulan ini tidak mempunyai penghasilan.

Halaman
12
Penulis: Izi Hartono
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved