Virus Corona di Madura

Perusaan di Sampang Boleh Cicil THR Karyawannya, Diskumnaker Beri Syarat: Ada Dialog dengan Karyawan

Di tengah wabah Corona, Diskumnaker Sampang perbolehkan perusahaan cicil THR karyawan. Syaratnya ada dialog, diberikan sebelum Idul Fitri.

TRIBUNJATIM.COM/HANGGARA PRATAMA
Kasi Hubungan Perindustrian Dinas Koprasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Heru. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG – Ditengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ) Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh perusaan kepada karyawannya Sampang pada tahun ini dilakukan berbeda dengan tahun sebelumnya.

Kasi Hubungan Perindustrian Dinas Koprasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Heru mengatakan, pembagian THR bagi karyawan tahun ini bisa dengan cara cicil atau menurut dasar kementrian istilahnya adalah bertahap.

Dijelaskan, dalam menggunaan metode cicil THR, perusahaan harus terlebih dahulu melakukan dialog dengan para karyawannya.

Terbongkar Senjata Tingkat Tinggi Lirikan Prabowo, Kekuatan Tak Main-main, Lihat Siluman Bawah Air

Foto 7 Jenazah Diktator Dunia yang Dibalsem Agar Awet, Termasuk Mayat Ayah & Kakek Kim Jong-Un

Dialog tersebut membahas tentang batas waktu atau durasi waktu menyicil pemberian THR terhadap para pekerja.

“Pokoknya peraturannya paling lambat pemberian THR sebelum Idul Fitri,” ujarnya, Sabtu (16/5/2020).

Sedangkan untuk jumlah setiap cicilan, perusahaan tidak dibatasi terkait maksimal dan minimalnya namun, dengan catatan jumlah per cicilan itu disampaikan kepada pekerja melalui dialog agar ada kesepakatan.

Nonton Online Drama The King: Eternal Monarch Sub Indo Episode 9, Download dan Streaming di Sini

Komunitas Lintas Iman Jawa Timur dan Pengusaha Peduli NKRI Bagikan Sumbangan Paket Buka Puasa

“Nahh hasil dari dialog tersebut nantinya di sampaikan ke kami (Diskumnaker Sampang),” terang Heru.

Ia menegaskan, bila mana tidak ada dialog atau kesepakatan dalam pemberian THR secara cicil, perusahaan dapat dikenakan sanksi.

Tidak tanggung-tanggung, pemberlakukan sanksi langsung diterapkan oleh pengawas Provinsi Jawa Timur.

“Jadi kalau wilayah Sampang yang memberlakukan sanksi adalah Bakorwil Pamekasan,” tuturnya.

“Saat ini Bakorwil Pamekasan sudah membuka posko pengaduan,” imbuh Heru.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Heftys Suud

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved