Virus Corona di Lamongan

Ribuan Nelayan Lamongan Kelimpungan Gegara Corona, Stop Melaut-Omzet Anjlok, Ibu-ibu Turun Tangan   

Ribuan nelayan Lamongan kelimpungan akibat dampak pandemi Corona. Mereka berhenti melaut hingga omzet pun anjlok.

SURYA/HANIF MANSHURI
istri nelayan bantu keluarga dengan pekerjaan alternatif, penguplik rajungan, produksi terasi, kerupuk dan pengorek ikan asin dan jemuran. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Perbedaan mencolok apa yang dirasakan para nelayan di Lamongan Jawa Timur dengan jumlah mencapai 23 ribu nelayan yang mendiami 17 desa di dua Kecamatan, Paciran dan Brondong. 

Jumlah nelayan sebanyak itu, kini merasakan penurunan sektor pendapatan yang cukup jauh dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Dengan dengan jumlah 4.700 armada kapal di atas 10 GT maupun di bawah 10 GT, di 9 tempat pelelangan ikan (TPI) aktif kini tak lagi memadati 9 TPI yang ada.

3 Jambret Kalang Kabut Diuber Polisi, Kepergok Rebahan di Semak Belukar, Letusan Pistol Bikin Nyerah

"Dalam kondisi pandemi Corona di 9 TPI produksi perikanan kini rata-rata 96 ton sampai 100 ton per hari," kata Sekretaris HNTI Provinsi Jawa Timur, Muchlisin Amar kepada TribunJatim.com, Minggu (17/5/2020).

Hari-hari normal sebelum pandemi, nelayan Lamongan, bisa mencapai rata-rata 250 ton per hari total nilai transaksi Rp 4, 5 miliar perhari. Sekarang ini total transaksi hanya Rp 1, 6 miliar.

Bahkan sejak memasuki bulan kedua dan pertengahan bulan ketiga sampai bulan ke lima produksi ikan ini terus mengalami penurunan.

Foto 7 Jenazah Diktator Dunia yang Dibalsem Agar Awet, Termasuk Mayat Ayah & Kakek Kim Jong-Un

Nagita Ngeluh Sikap Nakal Rafathar, Raffi Didesak Larang Anak Pegang Dada Gigi, Citra Kirana Geli

"Penyebabnya beberapa faktor, namun utamanya adalah karena pandemi Covid-19," katanya.

Nelayan tidak bisa ekstra melaut, karena negara tujuan ekspor banyak yang tutup.

Otomatis membuat eksportir iku berhenti, supplier ikut istirahat. Dampaknya, ke tengkulak dan pengepul juga harus ikut lesu, kalaupun ada yang buka dan membeli hasil tangkapan ikan para nelayan, harganya relatif anjlok.

"Rata-rata penurunannya antara 15 persen sampai 15 persen, " ungkapnya. 

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved