PSBB Malang Raya

Di Tengah Penerapan PSBB Malang Raya, Pemkab Malang Tak Larang Warga Gelar Salat Idulfitri

Pemerintah Kabupaten Malang memperbolehkan umat Islam menggelar ibadah salat Idulfitri 1441 H meski tengah menerapkan PSBB Malang Raya.

TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, Senin (18/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang memperbolehkan umat Islam menggelar ibadah salat Idulfitri 1441 H meski tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menerangkan, regulasi pelaksanaan salat Idulfitri 1441 H diatur dalam Perbup Malang Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PSBB Kabupaten Malang.

Peraturan tersebut tercantum dalam pasal 11. Ada tiga poin pembahasan.

Kepadatan Kendaraan Masuk ke Malang Hari Kedua PSBB, Antrean Mengular 300 Meter, Banyak Putar Balik

DPRD Kota Batu Minta Komitmen Eksekutif Transparan terhadap Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19

Poin aturan pertama menjelaskan, selama pemberlakuan PSBB, bentuk pembatasan kegiatan keagamaan adalah kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah dan dihadiri keluarga terbatas, dengan menjaga jarak setiap orang.

Pada poin kedua, pengecualian pembatasan kegiatan keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui oleh pemerintah.

Terakhir, selama pembatasan kegiatan keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kegiatan penanda waktu ibadah seperti azan, lonceng, dan/atau penanda waktu lainnya dilaksanakan seperti biasa.

"Tak ada pelarangan, salat Idulfitri 1441 H tetap boleh dilaksanakan. Tapi harus menerapkan protokol Covid-19. Seperti cuci tangan, menjaga kebersihan, dan jaga jarak," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi.

Hotel & Wisata di Batu Dibuka Juni Jika PSBB Malang Raya Berhasil, Wali Kota Dewanti: Kalau Disiplin

Cemburu, Remaja Pria di Malang Tusuk Leher Pacar dengan Gunting Lalu Buang Tubuhnya ke Jurang

Sanusi menambahkan, pihaknya meminta penanggung jawab rumah ibadah agar senantiasa memberikan edukasi kepada jemaah.

"Edukasinya memberikan pengertian kepada jemaah masing-masing untuk tetap melakukan kegiatan keagamaan di rumah," kata Sanusi.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved