Prospek Jamur Luar Negeri Menjanjikan, Kementan: Tingkatkan Produksi Jamur di Tengah Pandemi Corona

Keeksistensian komoditas jamur di Indonesia tetap terjadi di tengah pandemi karena Kementerian Pertanian terus meningkatkan produksi dan ekspor jamur.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyatakan, meski ditengah pandemi virus corona, komoditas jamur hingga kini tetap eksis permintaannya, yang dimana satu diantaranya berkat peran dari PT Eka Timur Raya di Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia tak menjadi kendala bagi produsen maupun eksportir komoditas hortikultura, khusus komoditas jamur hingga kini tetap eksis permintaannya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Keeksistensian komoditas jamur di Indonesia tetap terjadi di tengah pandemi karena Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi dan ekspor komoditas pertanian yang dibarengi juga dengan peningkatan mutu produk pertanian, yang dimana hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Pandemi Corona Bukan Kendala, PT Eka Timur Raya Sukses Ekspor Jamur 20 Kontainer per Bulannya

Jasa Penukaran Uang Baru di Lamongan Menjamur, Penyedia Mengaku Lesu

VIRAL Foto Kursi di Bioskop Berjamur selama Masa Pandemi Virus Corona, Waspada Serang Pernapasan

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto.

"Prospek jamur di pasar internasional cukup menjanjikan, hal ini dapat dilihat pada tahun 2007, dimana negara kita masuk dalam lima besar negara eksportir jamur terbesar, bahkan volume ekspornya mencapai 18.000 ton ke Jerman, Rusia, USA dan Jepang," kata Anton, sapaan akrab Prihasto Setyanto saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (18/5/2020).

Ia juga mengatakan, berdasarkan data BPS produksi Jamur tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari tahun sebelumnya.

“Namun produksi tersebut ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ini peluang buat kita,” tambah dia.

Menurutnya, pada tahun 2018, tingkat konsumsi jamur sebanyak 0,18 kg per kapita per tahun dan dengan jumlah penduduk 265 juta jiwa artinya total konsumsi jamur di Indonesia mencapai hampir 48 ribu ton, sementara produksinya hanya 31 ribu ton.

“Berkaca dari hal tersebut pula, berarti menunjukkan bahwa peluang pasar jamur masih terbuka lebar. Saya harap para pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang pasar tersebut dengan meningkatkan produksi jamurnya. Tak hanya kuantitas, kuantitas juga harus tetap diperhatikan supaya daya saing jamur kita semakin kuat dipasar ekspor,” harap Anton.

Ia juga mengatakan, keberhasilan ekspor tersebut, satu diantaranya tidak terlepas dari peran dari perusahaan pengembangan jamur asal Pasuruan yakni PT Eka Timur Raya.

"PT Eka Timur Raya atau dikenal dengan PT ETIRA adalah perusahaan yang sukses dalam usaha pengembangan jamur champignon (jamur kancing) dan jamur portabella," tutupnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved