SIKAP Pemkot Surabaya soal Telantarkan 35 Orang di RSUD Dr Soetomo, Data Command Center Berkata Lain

Pemkot Surabaya akhirnya menanggapi terkait tudingan merujuk tanpa koordinasi dan menelantarkan 35 pasien ke RSUD Dr Soetomo.

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser, Sabtu (9/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya akhirnya menanggapi terkait tudingan merujuk tanpa koordinasi dan menelantarkan 35 pasien ke RSUD Dr Soetomo.

Hal itu dibantah dengan berdasarkan pada data yang dimiliki oleh Command Center 112 Surabaya.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan tudingan itu tak benar sebab data yang terekam di Command Center 112 tidak berkata demikian.

Imbas Covid-19, Pemkot Surabaya Lakukan Evaluasi, Tak Akan Ada Penutupan Pasar Lagi

Hotel Booking-an Pemkot Surabaya Disebut Akan Kewalahan, Dewan: Ratusan Lebih Warga Reaktif Covid-19

Pemkot Surabaya Pakai Metode Sarang Tawon, Hampir 10.000 Orang Ikut Rapid Test Massal

"Kami coba luruskan dengan data yang kami miliki, kemarin menyebutkan dibawa oleh command center 112 maka kami buka data," kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Senin (18/5/2020).

Fikser mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki hanya sekitar lima orang yang dibawa oleh tim lapangan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Kelimanya bukan merupakan pasien covid-19.

Secara rinci, tiga orang merupakan korban kecelakaan. Sedangkan dua lainnya merupakan pasien diabetes dan satu orang lainnya menderita tipes. Tempat peristiwanya tak jauh dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kelimanya merupakan bagian dari 180 laporan dari berbagai peristiwa yang diterima command center 112 Surabaya selama dua hari, terhitung mulai 16 dan 17 Mei 2020.

"Cuma 5 yang kami bawa kesana, bukan 35 sekali lagi ini bukan rujukan, ini mengantar," ungkapnya.

Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya ini mengatakan, pihaknya sudah memiliki SOP sendiri di tengah pandemi Covid-19 ini. Dan pihaknya tak mungkin melakukan hal ceroboh terkait itu.

Sementara itu, Kepala BPB Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, command center 112 itu memang berbasis laporan yang diterima selama 24 jam nonstop. Mekanismenya pun sudah diatur apalagi ini ditengah pandemi covid-19.

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved