Edarkan Tembakau Gorilla dan Pil Koplo, Pemuda di Surabaya Ini Diringkus Polisi

Pemuda berinisal FR alias Moncrot diringkus unit reskrim Polsek Gubeng Surabaya. Pemuda asal Gubeng Klingsingan Surabaya itu dringkus

Surya/Firman Rachmanudin
Tersangka saat diapit polisi di Mapolsek Gubeng Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemuda berinisal FR alias Moncrot diringkus unit reskrim Polsek Gubeng Surabaya.

Pemuda asal Gubeng Klingsingan Surabaya itu dringkus bukan tanpa sebab, melainkan kedapatan menyimpan 18 (delapan belas) klip plastic kecil berisi tembakau sintesis (tembakau gorilla) yang berbentuk seperti tembakau warna coklat dengan berat total 11.65 gram dan juga 1 (satu) bungkus tembakau merk Mars Brand warna coklat agak kehitaman seberat 26.06 gram beserta plastiknya beserta 1 (satu) bungkus tembakau biasa warna kecoklatan seberat 8.57 gram.

Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono mengatakan pengingkapan pengedar tembakau sintetis itu bermula ketika anggota Reskrim mendapat informasi dari masyarakat terkait peredaran tembakau gorilla.

"mendapat informasi itu, anggota kami langsung nelakukan penyelidikan dan dan akhirnya, anggota kami pada Minggu (29/3/2020) sekitar pukul 05 30 Wib, anggota kami menggerebek sebuah rumah di Jalan Gubeng Klingsingan Surabaya dan berhasil mengamankan tersangka ( FR alias Moncrot,red )," sebut Kapolsek Gubeng Kompol Naufil kepada TribunJatim.com, Selasa (19/5/2020).

Irwan Mussry Pernah Jadi Bucin, Maia Bongkar Romantisnya Suami saat Pacaran: Demi Yayangnya dan Al

Hoax Imbauan Humas Pemkot Kediri ke Warga agar Lapor RT seusai dari Golden Swalayan: Kabar Tak Jelas

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1441 H di Surabaya Selasa 19 Mei 2020, Dilengkapi Niat dan Doa Buka Puasa

Selain menemukan tembaku gorilla polisi juga mendapati ribuan butir pil koplo jenis doble L.

"Ternyata selain jual.tembakau gorilla, tersangka ini juga edarkan pil koplo," tambahnya.

Untuk harga yang dipatok, satu poket tembakau sinte dijual sebesar 20 ribu rupiah, sedngkan untuk pil koplo dijual 20 ribu per 10 butirnya.

FR alias Moncrot mengaku hanya dititipi oleh temannya yang saat ini masih dalam pengejaran.

Ia mengaku mendapat utung sebesar 5000 rupiah untuk satu poket pil koplo dan tembakau sinte.

"Kalau sehari bisa sampai 50 sampai 100 ribu. Tergantung yang beli juga. Sudah tiga bulanan jualan ini," akunya.

Selain tembakau sintetis, polisi juga menyita sebuah Handphone Samsung J4 warna ungu dengan uang tunai sebesar Rp. 370.000- (tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah) sisa dari hasil penjualan, 3 (tiga) plastic besar dengan total keseluruhan 3000 butir (per poket berisi 1000 butir pil Double L," tutup Naufil.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat tindak pidana Narkotika melanggar Pasal 114 dan atau 112 UU. RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.(Firman/Tribunjatim.com)

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved