'One Day One TKI Legal' Bakal Diterapkan di Pamekasan, Cegah Tenaga Kerja Berangkat Secara Ilegal

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan, Madura akan menggagas program One Day One TKI Legal tahun ini.

kompas.com
Ilustrasi TKI 

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan, Madura akan menggagas program One Day One TKI Legal tahun ini.

Tujuan, akan digagasnya program tersebut untuk menekan tingginya angka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten setempat yang terindikasi banyak berangkat secara non prosedural (ilegal).

Plt Kepala Disnakertrans Pamekasan, Supriyanto mengatakan, melalui program 'One Day One TKI Legal', dalam setiap harinya pihaknya berencana akan memberangkatkan satu TKI legal.

Terungkap Sebab Meninggalnya 7 TKI Ilegal Asal Pamekasan Saat Wabah Corona, Bukan Kecelakaan Kerja

Untuk mempermudah agar program ini terealisasi dengan baik, ia mengaku ingin bekerja sama dengan camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk turut andil memberikan sosialisasi perihal pentingnya menjadi TKI legal.

"Nantinya juga, kami akan menyiapkan pendamping di wilayah 7 kecamatan yang menjadi kantong pengirim TKI terbanyak untuk ikut memberikan sosialisasi," kata Supriyanto kepada TribunJatim.com.

Pria yang akrab disapa Pri ini juga menyatakan, proses pengurusan bagi masyarakat yang ingin menjadi TKI legal akan dipermudah dan tanpa dipungut biaya apa pun.

Terungkap Perawat Ari Tiba di RS dalam Kondisi Kritis, Hasil Swab Positif Covid-19, Pakai Inkubasi

Postingan Terakhir Ari, Perawat Surabaya PDP yang Meninggal Banjir Ucapan Duka, Potretnya Tersenyum

Nantinya, ia mengaku akan menggandeng beberapa jasa pengerah TKI dari Surabaya dan Malang untuk memberikan info perihal negeri mana saja yang membutuhkan pekerja TKI.

"Karena sekarang masa pandemi Covid-19 pengiriman TKI ke luar negeri dihentikan. Jadi program tersebut tahun ini kami pastikan akan berjalan," tutupnya.

Pulang Dibully, Bocah Penjual Gorengan Ciumi Adiknya, Minta Maaf Tak Bisa Belikan Popok, Ibu Kaget

Penulis: Kuswanto Ferdian

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved