Virus Corona di Jawa Timur

Tren Pertambahan Kasus Covid-19 Landai saat Penerapan PSBB Malang Raya, Gugus Tugas: Beri Harapan

Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa tren perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan tren yang landai memasuki hari ketiga penerapan PSBB.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi, saat diwawancara, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa tren perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan tren yang landai memasuki hari ketiga penerapan PSBB.

"Untuk PSBB Malang Raya, kondisinya kelihatannya memberikan harapan yang lebih. Perkembangan kasus confimnya linier. Sudah beberapa ini sejak PSBB dilaksanakan, ada daerah di Malang Raya yang tidak tambah," kata Joni, Selasa (19/5/2020).

Kemarin, memang ada pertambahan kasus baru di Kota Malang sebanyak 1 orang, sedangkan untuk Kabupaten Malang dan Kota Batu nihil tambahan kasus konfirm. Harapannya ke depan penambahan tidak terjadi lagi.

PSBB Malang Raya, Aksi Donor Darah Tak Terganggu

Puluhan Personel Polresta Malang Kota Rapid Test, Antisipasi Covid-19 di Tengah PSBB Malang Raya

5 Poin Penting Warga Perlu Tahu Selama PSBB Malang Raya, Penyaluran Bansos hingga Sanksi Pelanggar

Selain itu untuk PDP dikatakan Joni memang ada tambahan sebanyak 6 kasus selama dua hari terakhir PSBB Malang Raya.

Akan tetapi masih ada harapan bahwa swab PDP menghasilkan hasil yang negatif.

Begitu juga dengan perkembangan kasus ODP, dikatakan Joni bahwa selama PSBB ada penambahan 5 orang ODP se Malang Raya. Namun menurutnya tidak masalah penambahan ODP, asalkan tidak naik statusnya menjadi positif.

Selain itu, Joni mengingatkan bahwa selama PSBB di Malang Raya, masyararakat perlu ketat menjaga diri untuk tidak keluar rumah demi memutus rantai penularan covid-19.

"Terutama yang memiliki komorbid, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, ketuaan, orang hamil, asma, lebih baik tidak keluar rumah selama PSBB dilakukan. Bukan hanya di Malang Raya ya, di Surabaya Raya juga," tegas Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo ini.

Menurutnya, orang dengan komorbid memiliki risiko kematian lebih besar saat tertular virus SARS-CoV-2. Bahkan hingga menyebabkan kematian.

Termasuk orang hamil. Meski tidak kondisi usia tua, atau masih muda, saat hamil ada perubahan metabolisme tubuh yang menyebabkan respon tubuh terhadap penyakit juga berubah.

"Kalau kita petakan, risiko kematian orang dengan komorbid diabetes adalah sebesar 1,6 kali lebih berat. Kalau komorbidnya jantung lebih besar, yaitu 1,9 kali dibandingkan orang tanpa komorbid. Sedangkan yang tertinggi adalah dengan usia tua lebih dari 60 tahun memiliki risiko kematian 2,1 kali dibandingkan dengan yang usia muda," tegasnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau orang dengan risiko tinggi untuk tetap stay at home selama pandemi covid-19 terutama saat PSBB sedang aktif dilaksanakan.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved