330 Napi Lapas Lamongan Peroleh Remisi, 2 Orang Remisi Bebas Tak Bisa Hirup Udara Segar

Sebanyak 330 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Lamongan Jawa Timur mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi

SURYA/HANIF MANSHURI
Warga binaan di Lapas Lamongan saat mengikuti salat berjamaah Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sebanyak 330 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Lamongan Jawa Timur mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Namun ada dua napi yang mendapatkan remisi khusus II atau langsung bebas yang tidak bisa dirasakannya. Keduanya tidak bisa membayar denda subsider, terpaksa napi tersebut harus menjalani hukuman untuk beberapa bulan lagi.

"Alhamdulillah. Warga binaan di Lapas Lamongan mendapat remisi khusus satu, sebanyam 328 orang dan remisi khusus dua untuk dua napi." kata Kalapas Lamongan Supriyana kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Mereka yang yang memperoleh remisi khusus I atau pengurangan masa tahanan mulai dari 15 hari hingga 2 bulan.

"Tapi ada dua napi yang mendapatkan remisi khusus II atau dinyatakan langsung bebas. Namun karena tidak bisa membayar subsider maka napi tersebut masih harus menjalani hukuman lagi, " katanya.

Rencana Risma Stop Tenaga Medis Gugur saat Wabah Corona, Buat Bilik Sterilisasi Khusus: Risiko Berat

Valentino Rossi Bakal Ikut Latihan di Sirkuit Misano, Tapi Harus Diam-diam, Rahasia!

Bakal Comeback Ke Ring Tinju, Pelatih Ungkapkan Pertandingan Mike Tyson Akan Kejutkan Dunia

Namun Supriyana tidak menyebut dua orang napi yang mendapat remisi bebas yang tidak membayar denda tersebut.

Supriyana mengungkapkan, remisi khusus 1 sebanyak 66 orang napi mendapat 15 hari potongan tahanan, untuk potongan tahanan 1 bulan sebanyak 241 orang napi dan 21 orang napi mendapatkan potongan tahanan 1 bulan 15 hari.

"Mereka adalah Napi dan anak pidana yang memenuhi syarat memperoleh remisi khususIdul Fitri 2020, " katanya.

Supriyana bersyukur banyak warga binaan yang mendapat remisi. Itu bukti, bahwa banyak warga binaan yang patuh dengan aturan lembaga. Sebab mereka yang banyak melanggar atau tidak menjalani kehidupan sesusai aturan di Lapas, tentu akan sulit bagi warga binaan untuk diusulkan dan mendapat remisi.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved