PSBB Surabaya Raya

640 KTP Pelanggar PSBB Surabaya Raya Tahap 2 Disita, Satpol PP: Mayoritas Bandel 'Nongkrong'

Kepala Satpol PP Jawa Timur (Jatim), Budi Santosa ungkap ada 640 KTP yang disita dalam 9 hari diberlakukannya PSBB Surabaya Raya tahap kedua.

TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Petugas gabungan; Polda Jatim, TNI, Satpol PP, Linmas, dan ormas melakukan patroli PSBB Surabaya Raya di sejumlah warkop. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PSBB Surabaya Raya tahap kedua sudah berjalan 9 hari, dihitung sejak dimulainya pada tanggal 12 Mei 2020.

Berbeda dari tahap pertama, pada tahap kedua ini para pelanggar akan disita KTP-nya sebagai bentuk sanksi karena tidak mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Satpol PP Jawa Timur (Jatim), Budi Santosa mengatakan hingga Rabu (20/5/2020), sudah ada 640 KTP yang disita.

Anggota DPRD Sulsel Terkejut, Cita-Cita Rizal Bocah Penjual Jalangkote Beda Dengan Anak kebanyakan

1 Negara Terancam Musnah dari Bumi karena Corona, Kekebalan Rakyat Rendah: Situasi Hidup dan Mati

"Untuk Gresik 240 KTP, Sidoarjo 260 KTP dan Surabaya 140 KTP," ujar Budi Santosa, Rabu (20/5/2020).

Mayoritas masyarakat yang terciduk ialah yang sedang nongkrong di warung kopi, kafe maupun restoran siap saji.

Selain itu masih banyak ditemukan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tapi tidak memakai masker juga masih banyak yang melanggar.

Keputusan Salat Idul Fitri di Kota Malang Belum Final, Sutiaji Adakan Pertemuan dengan Tokoh Agama

PPDB 2020/2021 Kota Malang Kacau, Pengumuman Habis Diterima Malah Terpental, Orang Tua Kecewa

"Ditemui di jalan dia nongkrong di warung yang sebenarnya sudah tutup. Tapi dia nongkrong seenaknya, akhirnya kita minta KTP-nya," kata Budi.

KTP tersebut baru akan dikembalikan oleh Satpol PP kepada pemiliknya setelah berakhirnya penerapan PSBB Surabaya Raya.

"Banyak yang telepon kami supaya KTP-nya dikembalikan, dan (kami jawab) tidak. Ini sesuai sosialisasikan kepada masyarakat (dikembalikan) setelah PSBB selesai," ucapnya.

Selain menyita KTP, Satpol PP bersama polisi dan TNI juga menyegel warkop, cafe dan restoran yang masih bandel.

"Untuk Satpol PP melakukan penyegelan terhadap warkop yang bandel maupun franchies yang besar seperti McDonald's maupun King Burger. Yaitu dengan melakukan police line, kalau merusak itu arahnya ke pidana. Kita juga melakukan penyitaan KTP, itu efektif," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved