Antisipasi Sebaran Corona, Takbir Keliling Sambut Idul Fitri di Situbondo Dilarang: Takbir di Rumah

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menegaskan, tradisi Takbir Keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kabupaten Situbondo, ditiadakan.

TRIBUNJATIM.COM/IZI HARTONO
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menegaskan, tradisi Takbir Keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kabupaten Situbondo, ditiadakan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus Corona atau covid 19.

"Takbir sudah kita putuskan untuk tidak dibolehkan," ujar Bupati Dadang Wigiarto kepada sejumlah wartawan usai rapat koordinasi bersama Forkopimda dan MUI di ruang Inteleggency Room Pemkab Situbondo.

5 Korban Kecelakaan Dapat Santunan dan Bantuan Sembako dari Satlantas Polres Situbondo Jatim

Polres Situbondo Gandeng Komunitas Otomotif Bagikan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Pelaku Pembunuhan IRT di Besuki Situbondo Ditangkap di Jember

Dengan tidak adanya takbir keliling, Bupati Dadang menyarankan agar masyarakat melakukan takbir di rumah masing masing.

"Ya kalau di rumah boleh, tapi takbir keliling ditiadakan," katanya.

Terkiat solat Idul Fitri, kata Bupati Dadang, pihaknya akan mengacu dengan surat edaran Menteri nomor 6 tahun 2020 yang intinya menyerahkan kepada fatwa MUI.

Dalam fatwanya, lanjut Bupati Dadang, bahwa daerah daerah yang bebas covid 19 harus menerapkan protokoler. Namun bagi daerah yang potensinya mengalami penurunan diserahkan kepada pemerintah setempat malalui rekomendasi Dinas Kesehatan.

"Itu ada relaksasi salat Idul Fitri dibolehkan dengan berbagai catatan catatan," jelasnya.

Dikatakan, catatan yang paling diperbolehkan itu dinataranya harus menjaga jarak debgan aturan yang sangat kengan ketat.

"Pengaturan ketat itu tidak semudah yang diucapkan, karena yang lebih dominan itu nantinya aparat keamanan dalam hal ini Polres, Kodim dan Sat Pol PP yang akan terjun langsung ke tempat tempat pelaksanaan Solat Idul Fitri," katanya.

AKan tetapi, Bupati Dadang Wigiarto menegaskan, bahwa daerah yang masih terpapar atau ada pasien yang belum dinyatakan sembuh, maka pihaknya akan melarang secara tegas untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Selian itu, kata Bupati Dadang, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan para pengusaha Mal atau pembelanjaan diluar kebutuhan pokok, misalnya saja pakaian agar bantuan yang diglontorkan pemerintah pusat, Propinsi dan kabupaten dan desa itu efektif untuk mengarahkan pembelanjaan kepada kebutuhan pokok.

"Kita lihat saja, karena masih akan mengomunikasikan dengan baik. Kita bukan daerah PSBB dan kita tidak boleh sembarangan," pungkasnya.

Penulis: Izi Hartono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved