Virus Corona di Surabaya

BPBD Jatim Drop Satu Truk Sembako untuk Kampung Tangguh Kedung Baruk Surabaya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirimkan bantuan berupa sembako untuk warga kampung tangguh di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya

(Surya/Fatimatuz zahroh)
Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono memberangkat satu truk bantuan sembako untuk warga kampung tanggug Kedung Baruk, Rabu (20/5/2020) dini hari. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirimkan bantuan berupa sembako untuk warga kampung tangguh di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabay, Rabu (20/5/2020).

Bantuan tersebut merupakan respon atas curhatan warga Kedung Baruk pada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan kampung tangguh bersama Forkopimda Jatim, Selasa (19/5/2020) malam.

Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur Suban Wahyudiono menegaskan bahwa bantuan yang dikirimkan pada warga Kedung Baruk adalah berupa sembako bahan pangan untuk memberikan support dapur umum di kampung tersebut.

"Sembako yang kami kirimkan berupa beras 1 ton, mie instan sebanyak 200 karton, telur ayam sebanyak 200 kilogram, masker sebanyak 1000 psc dan juga vitamin C sebanyak 500 tablet. Dini hari tadi sembako dan masker, vitamin, tadi sudah kami kirim dan diterima oleh Ketua LPMK Keduk Baruk Bapak Sugiono," kata Suban kepada TribunJatim.com, Rabu (20/5/2020) pagi.

Disampaikan Suban bahwa pasca kunjungan ke kampung tangguh Kedung Baruk, semalam, Gubernur Khofifah memang sudah memerintahkan Sekdaprov Jatim untuk mengkoordinasikan terkait pengiriman sembako ke warga kampung Kedung Baruk.

Pelaku Bully Bocah Penjual Gorengan: Tolong Jangan Bully Saya Lagi Saya Sudah Tidak Kuat Tuhan

Seonggok Sampah Bikin Angkatan Laut Australia Takut Bukan Main, Bukti Canggihnya Kapal Indonesia

VIRAL Lagi Perawat di Surabaya Meninggal karena Covid-19, Banjir Tangis, 1 Dokter Juga Berpulang

Ini adalah wujud kepedulian gubernur dan Pemprov Jawa Timur untuk warga kampung Kedung Baruk yang melakukan isolasi mandiri pada sebanyak 115 warganya yang dinyatakan reaktif dalam rapid test.

Mereka adalah warga zona merah dari klaster penularan pabrik rokok di kawasan Kecamatan Rungkut. Sebanyak 115 warga tersebut adalah mereka yang sedang menunggu test swab dan melakukan diisolasi mandiri di rumah oleh Satgas Covid-19 Kampung Kedung Baruk.

"Dengan sembako yang dikirimkan oleh Ibu Gubernur ini, kami berharap masyarakat di Kedung Baruk kini tak kesulitan untuk mendapatkan bahan pangan guna penyediaan makanan bagi mereka yang sedang diisolasi mandiri atau yang terdampak virus Corona atau Covid-19," tegas Suban kepada TribunJatim.com.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Kelurahan Kedung Baruk adalah salah satu kampung tangguh yang diinisiasi oleh Forkopimda Jatim dalam rangka penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

"Jadi ini adalah kampung yang saya sudah pernah cerita, bahwa Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya menyiapkan kampung tangguh. Ini daerah yang dipilih menurut saya adalah daerah berisiko tinggi. Bukan OTG lagi tapi sudah reaktif. Satu gang ada 115 orang yang sudah dinyatakan reaktif saat rapid test," kata Khofifah.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran mengatakan bahwa di Surabaya Kapolrestabes Surabaya menyiapkan sebanyak 107 kampung tangguh. Sedangkan Polda dan Kodam V Brawijaya juga menyiapkan format yang sama untuk diterapkan di seluruh wilayah di Jatim.

"Kalau ada yang positif dan PDP nanti kapolres dan dandim bergandengan tangan, babinkamtibmas juga akan mendorong kades dan kadus untuk membikin gugus tugas di tingkat desa. Sehingga ada yang menangani masalah penularannya dan ada yang mengurus tentang mengeliminir dampak sosial ekonomi akibat virus Corona atau Covid-19," tegas Irjen Pol Fadil Imran. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved