Idulfitri 2020

IDI Surabaya Minta Warga Menahan Diri dalam Perayaan Idul Fitri 2020: Biar Tenaga Medis Gak Tumbang

Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar minta masyarakat menahan diri dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 2020. Bantu tenaga medis lawan Covid-19.

Freepik
Ilustrasi - Hari Raya Idul Fitri 1441 H 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikatan Dokter Indonesia di Surabaya ( IDI Surabaya ) mengimbau masyarakat menahan diri dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 2020.

Pasalnya Lebaran kali ini bersamaan dengan masih bertahannya wabah Corona ( Covid-19 ). 

Untuk iyu, Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar menuturkan euforia Lebaran kali ini sebaiknya ditahan. 

Anggota DPRD Sulsel Terkejut, Cita-Cita Rizal Bocah Penjual Jalangkote Beda Dengan Anak kebanyakan

1 Negara Terancam Musnah dari Bumi karena Corona, Kekebalan Rakyat Rendah: Situasi Hidup dan Mati

Euforia yang dimaksud adalah, tradisi jelang lebaran maupun saat Hari Raya Idul Fitri berlangsung.

Misalnya, berkerumunan di toko baju untuk membeli baju baru, berkunjung ke rekan saudara, dan mudik.

"Pesan saya ke masyarakat, kita merayakan Idul Fitri sekrang dalam keadaan perjuangan. Otomatis dengan kondisi ini, kita nggak bisa berharap semuanya senyaman sebelumya. Dalam kondisi perjuangan seharusnya semua bahu membahu membantu biar tenaga medis gak banyak yang tumbang," kata Brahmana saat dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Dishub Jatim Tuntaskan Pembagian 500 Paket Sembako dari Gubernur Khofifah untuk Ojol di Malang

Salat Idul Fitri Boleh Digelar di Sidoarjo, Kecuali Wilayah Zona Merah

Di sisi lain, dr Brahmana juga mengharapkan kepada masyarakat untuk konsisten menerapkan physical distancing selama pandemi ini berlangsung.

Kata Brahmana, membludaknya kurva pasien Covid-19 banyak disebabkan karena kurang mengindahkan peraturan itu. 

"Ini kan dokter dan rumah sakit punya kapasitas juga. Kalau gara-gara tidak physical distancing, gara-gara perayaan hari lebaran maka nanti bisa terjadi penularan kasus semakin membludak. Korban makin banyak sementara nakes terbatas," ucap dia.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Berpesan Agar Pedagang Disiplin Penjarakan Fisik

Dalam mengatasi Covid-19, Brahmana mengilustrasikan sebuah mobil.

Para garda depan ini sudah mengarahkan tuas porseneling gigi 5 dan menancap gas melawan sejak virus ini mewabah di Indonesia.

"Ayo sudah saatnya masyarakat sadar dan mendukung kerja tenaga medis. Ibaratnya mobil, kami sudah bekerja perseneling 5 sudah sejak awal. Tenaga medis pasti akan memberikan perawatan terbaik untuk pasien Covid-19, tapi masyarakat juga harus bantu memotong mata rantai penularannya," pungkas dia.

Penulis: Tony Hermawan

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved