Penangguhan Penahanan 3 Aktivis Aksi Kamisan Malang Dikabulkan Polisi, Kuasa Hukum: Prosesnya Lama

penangguhan penahanan terhadap tiga aktivis Aksi Kamisan Malang yang ditangkap dikabulkan oleh Polresta Malang Kota.

TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Rilis kasus vandalisme yang diduga dilakukan tiga orang 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - penangguhan penahanan terhadap tiga aktivis Aksi Kamisan Malang yang ditangkap dikabulkan oleh Polresta Malang Kotao

Tiga aktivis yakni AFF, AAS dan SR kini diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Kuasa hukum ketiga aktivis Trieva Oktaviani mengatakan proses penangguhan penahanan yang dikirim ke Polresta Malang Kota dinilai panjang.

PPDB 2020/2021 Kota Malang Kacau, Pengumuman Habis Diterima Malah Terpental, Orang Tua Kecewa

Keputusan Salat Idul Fitri di Kota Malang Belum Final, Sutiaji Adakan Pertemuan dengan Tokoh Agama

Ditinggal Kerja, Motor Honda CB 150 R di Kota Malang Raib Digondol Maling

Surat penangguhan yang dikirimkan 30 April 2020 baru dikabulkan ada 18 Mei 2020.

“Proses penangguhan penahanan mereka terbilang cukup panjang. Kuasa hukum sudah melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan sejak 30 April lalu,“ Trieva, Rabu (20/5/2020).

Dia menambahkan dikabulkannya penangguhan penahanan terhadap tiga aktivis tidak lepas dari dukungan publik yang luas.

Sedikitnya terdapat 100 komunitas dan Non Goverment Organization (NGO) menjadi penjamin. Mereka diantaranya adalah akademisi, dosen, sesama aktivis bahkan pengasuh ponpes di Jakarta.

“Alfian belum seratus hari ayahnya meninggal dan kini jadi tulang punggung keluarga dengan berjualan sate. Saka adalah mahasiswa yang sekaligus menjadi tulang punggung dengan menjadi buruh di pengelola rumput laut. Sementara Fitron mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Itulah alasan kami mengajukan permohonan penangguhan penahanan,” katanya.

Selain itu, dukungan terhadap tiga aktivis Kamisan juga datang melalui petisi Change.org yang digagas oleh Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). Petisi untuk membebaskan AFF, AAS dan SR ditandatangani oleh puluhan ribu orang.

Meski sudah ditangguhkan, Trieva tetap heran dengan pasal 14 dan 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 dan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan yang disangkakan kepada tiga aktivis Kamisan itu.

Sebab menurutnya, pasal tersebut adalah delik materiil yang harus dibuktikan dulu akibatnya.

“Tapi untuk kasus ini nggak ada apa-apa akibatnya, jadi pasal ini nggak nyambung sebenarnya, kalaupun mau dikenakan pasal, lebih cocok pasal vandalisme yakni tindak pidana ringan maksimal 3 hari kurungan,” tutup Trieva.

Sebelumnya, AFF, AAS dan SR ditangkap oleh polisi pada 19 dan 20 April 2020 di kediaman mereka dengan tuduhan penghasutan.

Kepala Kepolisian Resort Kota Malang Komisaris Besar Leonardus Simarmata saat itu mengatakan tiga orang aktivis Kamisan diduga pelaku aksi vandalisme di 33 titik lokasi di Malang Raya. Mereka diduga sering melakukan aksi provokasi dengan cara vandalisme.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved