Kaget Sepeda Gunung Kesayangan Raib Seusai Buka Puasa, Cek CCTV Heran: Padahal Pagar Digembok

Aksi maling di tengah darurat Covid-19, sepada gunung warga di Jalan Segawe, Kelurahan Bandungrejosari digondol maling seusai berbuka puasa.

Village of Niles
Ilustrasi pencurian sepeda gunung. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Di tengah situasi darurat virus Corona ( Covid-19 ), kelakuan maling Kota Malang semakin bikin resah warga.

Selain menyasar sepeda motor, kini maling juga mulai mengincar sepeda gunung.

Seperti yang terjadi di Jalan Segawe, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dory Harsa Fix Keluar? Yan Vellia Istri Didi Kempot Ekspos Formasi Baru Band Lare Jawi, Fans Kecewa

Bentuk Tubuh Istri Kedua Didi Kempot Dikomentari, Balasan Yan Vellia Panen Reaksi, Singkat & Adem

Sebuah sepeda gunung merk Thrill seharga Rp 3,4 juta raib digondol si maling.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun TribunJatim.com, kejadian tersebut terjadi pada Senin (11/5/2020) sekitar pukul 17.24.

Korban, Rizky Ismanto (37) menuturkan saat itu sepeda kesayangannya diletakkan di area teras rumah.

Pendamping PKH Lamongan Berbagi untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Hikmah Ramadhan, Gubernur Khofifah Ajak Sambut Kemenangan Bebas dari Covid-19: Tak Mudik Itu Terbaik

"Kondisi pagar sendiri sedang digembok. Dan saya ada di dalam rumah mau berbuka puasa," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (21/5/2020).

Usai berbuka puasa, ia kemudian mengecek kondisi sepedanya tersebut.

"Ternyata sudah tidak ada di tempat. Langsung saya segera cek kamera CCTV. Ternyata ada dua orang pria masuk ke dalam teras rumah, kemudian mengambil sepeda saya," bebernya.

Harap Tak Ada PSBB Malang Raya Jilid 2, Kapolresta Malang Kota: Lebaran Tidak Perlu Keluar Rumah

Usai kejadian, ia pun langsung melaporkan hal itu kepada Mapolsek Sukun.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menyelidiki kejadian tersebut.

"Laporannya sudah kami cek dan langsung ditangani oleh petugas. Bila tertangkap, kami akan kenakan sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku. Yaitu pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan

Editor: Heftys Suud

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved