Virus Corona di Jember

Pasar Tanjung Jember Tutup karena Covid-19, Taktik Pedagang Jualan di Trotoar, Satpol Pun Bertindak

Pasar Tanjung Jember ditutup gara-gara wabah Covid-19. Meski begitu pedagang tetap berjualan dan memilih trotoar. Satpol PP pun bertindak membubarkan.

TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Para pedagang Pasar Tanjung Jember memanfaatkan trotoar untuk berjualan setelah pasar itu ditutup sejak Sabtu (23/5/2020) karena wabah Covid-19. Satpol PP Kabupaten Jember pun membubarkan mereka. 

Setiap sore mulai pukul 15.00 Wib sampai pagi pukul 07.00 Wib, jalan itu dipenuhi pedagang. Pedagang sayuran, lauk, juga ikan segar memadati jalan tersebut.

Sejumlah orang bermain bola di Jl Dr Wahidin, sisi timur Pasar Tanjung Jember yang ditutup.
Sejumlah orang bermain bola di Jl Dr Wahidin, sisi timur Pasar Tanjung Jember yang ditutup. (sri wahyunik/surya)

Tidak hanya Jl Dr Wahidin, namun juga jalan lain di seputar Pasar Tanjung seperti Jl Samanhudi.

Sejak Sabtu (23/5/2020) lalu, Pemkab Jember membuat kebijakan menutup pusat perbelanjaan, mall dan pasar tradisional selama tujuh hari. Penutupan mulai 23 Mei sampai 29 Mei.

Dalam surat yang ditandatangani Bupati Jember Faida tertanggal 22 Mei, penutupan tempat-tempat itu untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Akibatnya sejumlah tempat itu tutup. Beberapa mall di Jember menutup tempat usaha mereka mulai 23 - 29 Mei. Sedangkan Pasar Tanjung baru ditutup mulai Sabtu (23/5/2020) malam sekitar pukul 23.00 Wib.

Karena pasar induk itu tutup, sehingga warga sekitar memanfaatkan Jl Dr Wahidin sebagai tempat bermain bola.

"Karena sepi dan pasar ditutup. Padahal biasanya meski Lebaran, Pasar Tanjung tidak pernah tutup. Jalan ini (dr Wahidin) setiap hari ada yang jual. Terutama penjual sayur dan lauk. Hari pertama Lebaran, sore harinya gitu tetap ada yang jual," ujar Tanti, warga Jl Dr Wahidin.

Meski Lebaran, tidak ada kamus tutup pasar di pasar induk Jember tersebut. Karenanya, pemandangan saat ini, kata Tanti, sangat berbeda jika dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.

"Karena Covid jadi begini," imbuhnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved