Breaking News:

Berita Madura United

Cerita Haru Kiper Madura United Rayakan Lebaran Tanpa Kehadiran sang Ayah, Pilih ke Makam dan Berdoa

Kiper Madura United Satria Tama akui merasakan suasana haru pada perayaan lebaran kali ini.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kiper Madura United, Satria Tama 

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - Kiper Madura United Satria Tama akui merasakan suasana haru pada perayaan lebaran kali ini.

Bukan karena merayakan Lebaran di tengah pandemi Covid-19, melainkan ini menjadi lebaran pertama pemain 23 tahun kelahiran Sidoarjo itu tanpa kehadiran sang ayah, Aiptu Bambang Hardiyanto, yang meninggal 29 Juni 2019 lalu.

"Tentu sangat terasa (tanpa kehadiran sang Ayah). Di keluarga saya ada tradisi sungkem kepada orang tua," terang Satria Tama, Jumat (29/5/2020).

Hidangan Bek Madura United Andik Rendika Rama di Hari Lebaran, Opor sampai Lontong Balap

Madura United Putuskan Tak Lanjut Liga 1 2020, Demi Keselamatan Sepak Bola Indonesia

Presiden Madura United Tak Setuju Liga Dilanjut Selama Kurva Covid-19 Belum Turun: Jangan Korbankan

Satria Tama tidak menyangkal, saat hari lebaran suasana sempat haru, terutama momen melakukan tradisi sungkeman pada orang tua.

"Kemarin sempat suasana sangat haru. Tapi kami ganti selesai sungkem, sekeluarga berkunjung ke makan almarhum bapak untuk mendoakan beliau," jelas kiper timnas Indonesia itu.

Apalagi, ia tinggal di daerah yang sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sidoarjo, menjadikan keharuan cukup terasa karena tidak bisa menyambangi rumah saudara jauh.

"Betul , agak berbeda. Biasanya saat lebaran suasana sangat meriah  (takbiran) dan khidmad . Tahun ini sepi, aktifitas silaturahmi antar tetangga tidak ada," katanya.

Meski merayakan lebaran dengan suasana berbeda, Satria Tama akui kebersamaan dengan keluarga begitu terasa.

Apalagi kehadiran menu wajib, yang rutin disajikan setiap tahun menjadikan suasana semakin hangat.

"Alhamdulillah kemarin ada menu spesial dari ibu saya yaitu opor ayam. Disantap rame” bareng keluarga," kata Satria Tama sambil tersenyum.

Meskipun bagi pemain kelahiran 23 Januari 1997 itu opor ayam bukan meni favorit.

"Menu favorit tidak ada. Soalnya menurut saya apapun makanan yang dimasak ibu saya itu akan terasa enak," pungkas Satria Tama sambil tertawa

Penulis: Khairul Amin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved