Virus Corona di Madiun

Kabupaten Madiun Gelar Lomba Kampung Tangguh Covid-19, Semangati Warga Cegah Penyebaran Virus Corona

Setiap kecamatan di Kabupaten Madiun akan menunjuk desa perwakilan yang akan diikutsertakan dalam lomba kampung tangguh Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Kampung Tangguh Covid-19 Desa Jogodayuh Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rahadian Bagus

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Untuk memotivasi warga Kabupaten Madiun agar turut berpartisipasi dalam penanggulangan pandemi virus Corona atau Covid-19, Forkopimda Kabupaten Madiun menggelar lomba kampung tangguh.

"Untuk lebih menyemangati dilombakan. Nanti kampung yang benar-benar disiplin menerapkan, misalnya yang sebelumnya zona merah menjadi hijau, akan memperoleh penghargaan, minim paling tidak bisa menekan angka penyebaran. Tapi kalau tidak, berarti perlu dievaluasi," kata Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto, ketika dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020) siang.

Ia menuturkan, rencananya lomba kampung tangguh di Kabupaten Madiun ini akan dilaunching pada Selasa (2/6/2020) depan.

Setiap kecamatan di Kabupaten Madiun akan menunjuk desa perwakilan yang akan diikutsertakan dalam lomba ini.

Ia menuturkan, kampung tangguh dibentuk di masing-masing desa atau kampung, mulai tingkat RT hingga RW.

66 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Penumpang KA Daop 7 Madiun pada Lebaran 2020 Turun hingga 90 Persen

Viral Bujuk Pasien Covid-19, Bupati Madiun Dilarang Anaknya Tidur di Kamar, Nelangsa karena Corona

Di posko tersebut, kata AKBP Eddwi Kurniyanto, nantinya akan ada lumbung pangan, ada posko informasi, ada posko kesehatan, posko dapur umum, ruang isolasi, hingga tempat pemakaman.

AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, tujuan dibentuknya kampung tangguh ini ada empat. Yang pertama mendisiplinkan warga, agar benar-benar mengikuti protokol kesehatan.

Yang kedua, menekan dan menurunkan tingkat penyebaran Covid-19. Ketiga, bisa menyelesaikan dampak sosial, di antaranya masalah pangan, karena ada beberapa warga yang kehilangan pekerjaan sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Ikut Terjaring Razia di Lokasi Balap Liar, Anggota DPRD Kota Madiun Mengaku sedang Cari Makan Sahur

Penjual Ketupat Tulungagung Raup Untung Berlimpah Jelang Hari Raya Kupatan saat Pandemi Covid-19

"Makanya juga dibentuk lumbung pangan, posko kesehatan. Jadi ketika ada yang sakit dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Keempat, lanjut AKBP Eddwi Kurniyanto, untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing.

"Semuanya harus teratasi, karena dampak Covid-19 ini kan faktor keamanan dijaga juga, takutnya karena kehilangan pekerjaan, orang melakukan tindak pidana, atau kriminalitas, juga antisipasi tamu dari luar," imbuhnya.

Pedagang Pasar Pare Kediri Sudah Terapkan Physical Distancing, Cegah Penyebaran Covid-19

Imbas Covid-19, Pemkot Blitar Ganti Grebeg Pancasila dengan Ziarah Makam Bung Karno dan Baksos

AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, untuk tahap awal ia memerintahkan kepada jajarannya untuk membentuk kampung tangguh, minimal tiga desa di tiap kecamatan, terutama di wilayah zona merah.

"Tapi nanti lihat situasi, kalau memang memungkinkan dibentuk lagi, ya dibentuk lagi," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved