Kisah Inspiratif Pasien Sembuh Corona Tuban, Sempat Syok & Harus Isolasi 25 Hari: Corona Bukan Aib

Perempuan yang berasal dari Kecamatan Jatirogo itu divonis terjangkit virus corona atau covid-19.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ririn Restuningati, pasien covid-19 saat on-air di radio milik pemkab berbagi tips saat menjalani masa isolasi 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Syok, terkaget bukan main, itulah yang dialami Ririn Restuningati (35).

Perempuan yang berasal dari Kecamatan Jatirogo Tuban itu divonis terjangkit virus Corona atau covid-19.

Hal itu diketahuinya setelah melakukan rapid tes disusul swab mandiri di salah satu rumah sakit Surabaya, pada 7 April dan hasil positif keluar 12 April.

"Terkaget, syok begitu tahu hasilnya terkonfirmasi positif covid-19. Saat itu juga langsung isolasi di RSUD Dr R Koesma Tuban untuk dirawat," kata Ririn bercerita saat terjangkit virus corona, Jumat (29/5/2020).

UPDATE CORONA di Tuban Jumat 29 Mei, Tambahan 3 Kasus Baru, Ada Bayi 2 Tahun Positif Covid-19

Ada 226.764 KPM Terdampak Covid-19 di Tuban Tercover Bansos Covid-19, Berikut Rincian Dananya

BERITA TERPOPULER JATIM: Surabaya Banjir hingga Remaja Tuban Tewas di Waduk Ketemu Berkat Sandal

Mental dan hati pun harus disiapkan saat dia menyandang pasien covid-19. Terlebih banyak kabar hoax tentang virus mematikan tersebut.

Selama menjalani masa isolasi, dia memanfaatkan betul waktunya untuk kegiatan positif guna menghilangkan kejenuhan.

Selain beribadah dan berdoa, Ririn juga mengikuti kuliah online, baca buku, serta berkegiatan lain untuk mengisi kekosongan waktu.

Perempuan yang juga bekerja di dinas kesehatan setempat itu sadar, jika virus covid-19 ini tidak bisa dianggap remeh, aturan yang diterapkan oleh medis dijalankan sepenuhnya.

Setelah menjalani perawatan maksimal, akhirnya dia dinyatakan sembuh atau negatif covid-19 dari hasil swab yang keluar saat masih menjalani isolasi.

"Saya isolasi 25 hari, mulai 12 April-7 Mei, lalu isolasi mandiri di rumah setelah hasil swab dinyatakan negatif. Senang bisa sembuh," ungkapnya bahagia.

Perempuan kelahiran Jombang itupun tak lupa memberikan semangat bagi pasien covid-19 yang saat ini berjuang untuk kesembuhan.

Menurutnya, corona bukanlah aib yang penderitanya harus dikucilkan, karena ini bisa sembuh. Justru sebaliknya, penderita harus diberikan semangat.

Ririn juga berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan pshycal distancing, demi pencegahan virus corona.

"Corona bukan aib, jadi jangan ada pengucilan bagi penderitanya. Masyarakat juga jangan menyepelekan ini virus," pungkasnya

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved