Virus Corona di Jawa Timur

Persiapan New Normal Life di Pondok Pesantren Jatim, Pemerintah Diminta Dukung Sarana Kesehatan

Gus Fahrur merinci keseluruhan santri An-Nur Malang berjumlah 8.500 santri. Khusus di An-Nur 1 saja ada 1.500 santri.

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
ILUSTRASI - Santri di Ponpes An Nuriyah Kota Malang saat menjalani rapid test, Kamis (7/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pendidikan pondok pesantren siap memasuki era new normal life.

Satu di antaranya adalah Ponpes An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Ahmad Fahrur Rozi, mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan gubernur Jatim dan Kanwil Kemenag Jatim bersama PWNU Jatim, terkait persiapan new normal life di dunia pondok pesantren.

"Ini masih kita akan konsultasikan. Jika pemerintah setuju kita sudah sangat siap," ujar Gus Fahrur, sapaan akrab KH Ahmad Fahrur Rozi, Jumat (29/5/2020).

Gubernur Khofifah Kirim 2 Mobil PCR ke Lamongan dan Tulungagung, Percepat Tes Swab Covid-19 Jatim

New Normal di Kota Malang, Kendaraan dari Zona Merah Bakal Diawasi, Penyekatan Tetap Dilakukan

Jika pemerintah mengizinkan pesantren untuk mulai menyelenggarakan pendidikan dan menerima santri masuk kembali, pihaknya berharap pemerintah memberikan dukungan sarana kesehatan, dan tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatan santri.

"Kita berharap ada kemudahan akses pemeriksaan kesehatan sejak sebelum berangkat dari rumah dan surat keterangan sehat," lanjutnya.

Gus Fahrur merinci keseluruhan santri An-Nur berjumlah 8.500 santri. Khusus di An-Nur 1 saja ada 1.500 santri.

Dengan jumlah yang sedemikian banyak, jika seluruh fasilitas kesehatan hanya disediakan oleh pihak ponpes, tentu tidak akan mampu.

Tunjungan Plaza Surabaya Uji Coba Sistem One Way, Pengunjung Merasa Aneh, Sempat Bingung Salah Jalur

Gubernur Khofifah Siapkan New Normal untuk Pondok Pesantren, Upayakan Santri Jatim Aman Covid-19

Untuk itu pihaknya berharap era new normal life di kalangan pesantren harus mendapatkan dukungan yang maksimal dari pemerintah.

"Termasuk untuk memberikan layanan kesehatan dengan pemeriksaan rutin berkunjung ke pesantren oleh tenaga medis puskesmas terdekat, dan menyediakan sarana karantina dekat pesantren jika diperlukan menggunakan fasilitas negara yang tersedia," kata Gus Fahrur.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved