Berita Arema FC

Hendro Siswanto Blak-blakan Tak Enak Jadi Kapten Arema FC, 2 Sosok Bikin Pemain No 1 Bersedia: Berat

Hendro Siswanto mengungkapkan fakta mengejutkan perihal menyandang status kapten Arema FC musim 2020.

SURYA/DYA AYU
Pelatih Arema FC Mario Gomez (kiri) bersama gelandang Arema FC Hendro Siswanto (kanan). Singo Edan tak ingin asal bermain di Piala Gubernur Jatim 2020 meski taktik dan fisik skuad belum 100 persen, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hendro Siswanto musim 2020 ini menyandang sebagai Kapten Arema FC.

Menjadi pemain nomor satu atau sebagai pemimpin dalam tim, menurut Hendro Siswanto bukanlah perkara yang mudah.

Bahkan, ia mengatakan menjadi kapten itu sebenarnya tidak enak.

Pengakuan Risma Pasca Purna Tugas Jadi Wali Kota Surabaya, Fokus Tangani Covid-19: Nanti Aku Pikir

Pasalnya, ia memiliki tanggung jawab lebih dibanding pemain lainnya.

Terlebih ketika di lapangan, dan saat gagal membawa timnya menang.

Saat berbincang di YouTube channel mantan kapten Arema FC musim lalu Hamka Hamzah, Hendro Siswanto membeberkan fakta tersebut.

Yan Vellia Bereaksi Dituntut Libatkan Saputri & Dory Harsa di Konser Kenang Didi Kempot: Bismillah

Dituntut Libatkan Saputri dan Dory di Konser Kenang Didi Kempot, Yan Vellia Bereaksi: Saya Kuasa Apa

"Gak enak sebenere jadi kapten," ujar Hendro Siswanto sambil tertawa.

Namun, ia menerima tanggung jawab itu setelah mendapat dukungan dari dua sahabatnya di Singo Edan, yang tak lain juga kapten kedua dan ketiga Arema FC, Dendi Santoso serta Johan Farizi.

"Ada dukungan dari Jhon dan Dendi sehingga saya bersedia. Sebenarnya berat jadi kapten. Makanya kalau pas bercandaan sama Dendi dan Jhon itu bisa menghilangkan stres," jelasnya.

Manajemen Arema FC Berubah Pikiran soal Kelanjutan Liga 1 2020, Begini Komentar Pelatih Mario Gomez

Sementara itu, Dendi Santoso mengatakan, pihaknya mendukung siapapun kapten utama dalam timnya.

Selain itu, meski tak menjadi kapten utama, namun ia selalu dimintai pendapat saat ada masalah yang harus diselesaikan.

Hal ini tak lepas dari kiprahnya bersama Arema FC yang sudah berjalan 12 tahun ini.

"Mungkin kalau kapten itu selera masing-masing pelatih. Saya itu siapapun kaptennya ya oke-oke saja. Meskipun saya tidak kapten, saya masih tetap dimintai pertimbangan atau solusilah dalam tim ini," terang Dendi Santoso.

Penulis: Dya Ayu

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Dya Ayu
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved