Breaking News:

Virus Corona

Kemendagri Bantah Larang Ojol Beroperasi, Kepmen Hanya Imbauan Bagi ASN: Bawa Helm Sendiri

Kabar Mendagri Tito Karnavian melarang operasional ojek, baik online atau konvensional saat masa pandemi Covid-19 dibantah Kapuspen Kemendagri Bahtiar

Penulis: Taufiqur Rohman | Editor: Mujib Anwar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi pengemudi ojek online 

TRIBUNJATIM.COM - Kabar yang menyebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melarang operasional ojek, baik ojek online ( ojol ) atau ojek konvensional saat masa pandemi Covid-19 secara tegas dibantah oleh  Kapuspen Kemendagri yang juga Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umun Kemendagri Bahtiar.

Bahtiar menegaskan, dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmen) Nomor 440 - 830 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ) Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (Pemda) memang ada panduan bagi ASN dalam menyongsong new normal.

Salah satunya adalah mengenai penggunaan transportasi umum.

Dalam Kepmen tersebut, tidak ada larangan bagi ojek untuk beroperasi. Hanya imbauan untuk hati-hati.

Kekayaan Capai Triliunan Rupiah, Pesepak Bola Brunei Ini Tak Masuk Daftar Atlet Terkaya Dunia

Imbauan itu semata untuk mencegah kemungkinan terpapar virus Corona atau Covid-19.

"Protokol tersebut sifatnya berupa himbauan untuk kehati-hatian bagi ASN di lingkungan Kemendagri dan Pemda dalam menyongsong tatanan normal baru yang produktif dan aman Covid-19, dalam menggunakan transportasi umum khususnya ojek baik, ojek online maupun konvensional dengan menggunakan helm bersama, lingkup pengaturan dalam Kepmen tersebut sebenarnya adalah untuk ASN Kemendagri dan Pemda yang selaras dengan Surat Edaran Kemenpan dan RB," ujarnya dalam siaran pers Minggu, (31/5/2020).

Selain itu, Bahtiar menegaskan bahwa Kemendagri tak mengatur operasional ojek online atau ojek konvensional yang merupakan wewenang Kementerian Perhubungan.

"Kepmendagri berlaku untuk ASN di jajaran Kemendagri dan Pemda. Solusi untuk point terkait Ojek Online/Ojek Konvensional tersebut ya ASN Kemendagri/Pemda membawa helm sendiri kalau mau naik Ojek Online/Ojek Konvensional,

Jangan pakai helm yang disediakan oleh pengemudi ojek karena helm untuk penumpang adalah helm yang dipakai untuk penumpang lainnya sehingga rawan jadi media penularan", tutur Bahtiar.

Cara Dapatkan Token Gratis Listrik PLN Bulan Mei 2020, Login www.pln.co.id atau Kirim WA 08122123123

Atas penafsiran maksud yang berbeda tersebut. Kemendagri segera melakukan revisi dan perbaikan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved