Virus Corona di Trenggalek

Pemudik ke Trenggalek Disebut Bupati Mas Ipin Jadi Risiko Terbesar Penularan Covid-19: Jaga Diri

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebut, belum ada kluster lokal penularan Covid-19 di wilayahnya.

SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat mengumumkan dua pasien positif Covid-19 tambahan. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebut, belum ada kluster lokal penularan Covid-19 di wilayahnya.

Ia bilang, risiko penularan terbesar berasal dari pemudik yang masuk ke Trenggalek.

"Untuk itu, kita harus jaga diri, mengurangi kegiatan berpindah tempat, khususnya dari zona PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Minggu (31/5/2020).

PSBB Malang Raya Berakhir, Posko Check Point di Perbatasan Dibubarkan, Akses Terbuka Tanpa Sekat

Malam sebelumnya, ia mengumumkan dua pasien positif Corona tambahan.

Kedua pasien itu adalah pemudik yang bekerja di Sidoarjo dan Surabaya.

Dengan tambahan itu, kasus Covid-19 di Trenggalek berjumlah 9 kasus. Tiga pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

Yan Vellia Bereaksi Dituntut Libatkan Saputri & Dory Harsa di Konser Kenang Didi Kempot: Bismillah

Dituntut Libatkan Saputri dan Dory di Konser Kenang Didi Kempot, Yan Vellia Bereaksi: Saya Kuasa Apa

Pernyataan Mas Ipin itu ditunjang juga dengan hasil tes cepat atau rapid test hingga saat ini.

Ia mengaku, sekitar 1.500 orang telah menjalani rapid test.

Mayoritas yang dites adalah pekerja industri, pedagang dan pembeli di pasar, dan pemudik.

Syarat Daftar PPDB SMA/SMK Negeri Jatim Kuota Khusus Anak Tenaga Medis Covid-19, Dibuka Minggu Depan

Sebanyak 439 pekerja di beberapa pabrik telah menjalani rapid test.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved