Virus Corona di Kota Batu

UPDATE CORONA di Kota Batu Minggu 31 Mei, Tukang Pijat dan Pedagang Sayur Positif, Total 14 Orang

Dengan tambahan dua orang itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu berjumlah 14 orang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Freepik
ILUSTRASI Virus Corona - Beberapa gejala baru membuat dokter kewalahan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Terdapat tambahan 2 pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Kota Batu, Jawa Timur pada Minggu (31/5/2020).

Dengan tambahan dua orang itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu berjumlah 14 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori menerangkan, berdasarkan hasil pelacakan atau tracing, pasien terkonfirmasi ke-13 berjenis kelamin perempuan, berusia 72 tahun berdomisili di Dusun Kedung, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji

Pasien ke-13 sebelumnya berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Pada 23 Mei 2020, pasien masuk Rumah Sakit Punten dengan keluhan diare, lemas dengan penyakit penyerta (komorbid) hipertensi yang tidak terkontrol.

Ia diantar oleh seorang keluarganya.

Kejanggalan Anggaran Dinkes Batu saat Pandemi Covid-19, Termasuk Belum Cairnya Insentif Tenaga Medis

“Selanjutnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Karsa Husada pada 26 Mei 2020 dan langsung dilakukan swab pada hari itu juga, dan hasilnya baru keluar siang tadi,” kata M Chori, Minggu (31/5/2020).

Dikatakan M Chori, pasien ke-13 tinggal sendiri di rumah dengan pekerjaan sebagai tukang pijat.

Menurut saudaranya yang dimintai keterangan, sudah hampir tiga bulan, pasien itu tutup tidak memijat.

Pasien juga tidak memiliki riwayat perjalanan maupun kedatangan tamu.

“Tindak lanjut melakukan pelacakan yang ada kontak erat dengan pasien yaitu pada dua keluarga dekat,” katanya.

Kampung Tangguh Songgokerto Kota Batu, Wujud Kedisiplinan Warga Terapkan Protokol Kesehatan

Pelacakan dilakukan terhadap keluarga dekat yang berdagang mengirim bunga ke Pasar Singosari, namun berdasar informasi sudah hampir dua minggu ini tidak kirim bunga.

“Sedangkan satu orang keluarga, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, menolak untuk dilakukan tes cepat atau rapid test, dan saat ini sedang dilakukan persuasi petugas puskesmas. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi mandiri,” terang M Chori.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved