Di Tengah Pandemi COVID-19, Taman Safari Prigen Pasuruan Berhasil Breeding Singa Putih

Di tengah masa pandemi virus Corona atau Covid-19, ada kabar bahagia dari Taman Safari Prigen (TSP) Pasuruan, Jawa Timur.

(Surya/Galih Lintartika)
Bayi singa putih ini bernama Gisel 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Di tengah masa pandemi virus Corona atau Covid-19, ada kabar bahagia dari Taman Safari Prigen (TSP) Pasuruan, Jawa Timur.

Taman Safari Prigen (TSP) Pasuruan kembali berhasil membuktikan kesuksesannya dalam breeding (pengembangbiakan) satwa. Kali ini, TSP berhasil breeding dan melahirkan anak singa putih.

Bayi singa putih ini bernama Gisel. General Manager Taman Safari Prigen, Diaz Yonadie mengatakan, Gisel lahir dengan normal dengan berat 1,5 kilogram (kg).

Dikatakan dia, Gisel lahir dari dari indukan betina bernama Ghost dan pejantan bernama Kaka. Proses kelahirannya ditangani langsung oleh tenaga ahli.

“Dalam pemantauan selama hampir 2 bulan ini, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan dalam pengasuhan induknya. Dia terpantau menyusu setiap 2 jam sekali dan beraktifitas normal," katanya kepada TribunJatim.com, Senin (1/6/2020).

Ia menjelaskan, untuk penanganan dan perawatan induk betina pasca melahirkan, pihaknya berikan suplemen penambah volume ASI yaitu moloco.

Pendaftaran UTBK-SBMPTN Dibuka Mulai 2 Juni, Berikut Daftar 85 Universitas Negeri di SBMPTN 2020

Tragedi Nasi Kuning Ulang Tahun Berujung Keracunan Massal, Puluhan Anak Mual & Muntah, Ini Datanya

UPDATE CORONA di Tulungagung Minggu 31 Mei, Empat Pasien Sembuh, Tiga di Antaranya Petugas Medis

“Setelah vaksinasi saat berusia 3 bulan, si bayi Singa Putih ini akan kita lepas ke exhibit untuk berkumpul bersama kelompoknya”, ujar dia kepada TribunJatim.com.

Sejauh ini, kata dia, bayi Singa Putih, masih dalam perawatan induknya yaitu Ghost, dengan dibantu keeper, paramedis dan dokter hewan.

Sementara itu, Manager Edukasi TSP Eko Windarto menuturkan, singa putih merupakan satwa nocturnal atau aktif di malam hari dan hidupnya berkelompok.

Menurut dia, singa putih merupakan satwa anti mainstream. Hal ini dikarenakan warna rambutnya. Satwa karnivora tersebut memiliki habitat asli di Timbavati, Afrika Selatan.

Ia bukan satwa albino atau satwa yang memiliki kekurangan zat warna kulit. Singa putih justru merupakan hasil mutasi langka yang terjadi pada singa kruger (Panthera leo krugeri).

Mereka banyak ditemui di beberapa konservasi alam liar di Afrika Selatan dan di kebun binatang di seluruh dunia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved