Virus Corona di Surabaya

Wujudkan Keindahan dalam Lukisan Naturalis, Seniman Aimee Tri Tetap Produktif Saat Covid-19

Pandemi virus Corona atau Covid-19 tidak menghentikan kreativitas para seniman lukis di Surabaya, termasuk pelukis wanita Aimee Tri.

TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Pelukis Aimee di depan karyanya berjudul cinta tanpa syarat pada pameran MOMiracle di Galeri Paviliun House of Sampoerna 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pandemi virus Corona atau Covid-19 tidak menghentikan kreativitas para seniman lukis di Surabaya, termasuk pelukis wanita Aimee Tri.

"Saat pandemi virus Corona atau Covid-19 ini, saya tetap berkarya. Melukis bisa dilakukan di mana saja. Ketika di rumah, saya bisa lebih dekat dengan keluarga, jadi banyak ide juga," katanya kepada Surya.

Meskipun ia kehilangan banyak momen yang sudah terencana, mulai dari pameran bersama sampai agenda komunitas, ia tetap optimis.

"Akhirnya terbiasa dan nyaman saja, tetap berkarya di rumah. Sesekali keep in touch bersama rekan-rekan perupa secara daring," katanya kepada TribunJatim.com.

Seperti baru-baru ini ia membuat video tiktok berdurasi 60 menit yang sedang hangat di media sosial. Tak sendirian, ia mengajak sejumlah temannya untuk ikut serta.

Konsepnya seperti pass the brush challenge, tapi kali ini yang ditampilkan bukan riasan wajah melainkan karya seniman yang terlibat.

Penggemar Barcelona Sumringah, Klausul Kepergian Lionel Messi dari Camp Nou Telah Berakhir

Baim Wong di Depan Kamera Bilangnya Nawar Rumah Muzdalifah Rp 40 M, Istri Fadel: Gak Ada Kelanjutan

UPDATE CORONA di Kota Mojokerto Senin 1 Juni, Satu Keluarga Positif, Karantina di Rusunawa Cinde

Secara sederhana, challenge ini dilakukan dengan cara seolah melempar kuas. Seniman yang mendapatkannya, menggosokan ke layar ponsel kemudian melihatkan karya mereka.

"Saya dan teman-teman bikin video tiktok melukis. Yang biasanya pakai daster, jadi dandan sedikit, terus bikin video," katanya sambil tertawa.

Ditanya soal kiprahnya, Aimee mengatakan sudah melukis sejak duduk di sekolah dasar. Ia banyak mengambil objek-objek sekitar dengan aliran realis atau naturalis.

"Saya suka melukis bunga dan figur. Tapi bunga tetap menjadi ketertarikan objek utama," kata perupa kelahiran 24 Juni 1978 ini kepada TribunJatim.com.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved