MUI Ngoro Tolak Pendirian Pabrik Minuman Beralkohol di Ngoro Industrial Park Mojokerto

MUI Kecamatan Ngoro tolak pendirian pabrik minuman beralkohol yang akan beroperasi di kawasan industri Blok J-11 Ngoro Industrial Park Mojokerto.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Suasana area pergudangan yang akan ditempati perusahaan produksi minuman beralkohol di kawasan industri Blok J-11 Ngoro Industrial Park (NIP) Kabupaten Mojokerto, Jumat (5/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, menolak pendirian pabrik minuman beralkohol yang akan beroperasi di kawasan industri Blok J-11 Ngoro Industrial Park (NIP) Kabupaten Mojokerto.

Sesuai surat penolakan atau keberatan dari MUI Kecamatan Ngoro yang menyatakan bahwa ulama bersama organisasi kemasyarakatan Islam dan warga secara tegas menolak berdirinya PT Hardcorindo Semesta Jaya di mana perusahaan akan memproduksi minuman beralkohol (mihol).

Ada tiga poin yang menjadi dasar pertimbangan penolakan tersebut, yakni dampak sosial akibat produksi mihol, banyaknya pemabuk akibat adanya minuman keras yang mengarah pada tindak kriminal dan memperburuk citra wilayah Kecamatan Ngoro yang mayoritas beragama Islam.

Ketua MUI Kecamatan Ngoro, KH Ismail Arif, menjelaskan, informasi terkait adanya pendirian pabrik yang memproduksi mihol di kawasan NIP tersebut diketahui sekitar satu bulan lalu.

"Kami menolak berdasarkan pertimbangan surat penolakan atau keberatan ini," ujarnya, Jumat (5/6/2020).

Mufidah, CJH Mojokerto Sisihkan Uang Hasil Jual Kue Bertahun-tahun untuk Haji, Batal Berangkat 2020

Tangani Covid-19 di Jawa Timur, Sudah Ada 22 Pendonor Plasma Convalescent Masuk Waiting List

Ia mengatakan, pihaknya menilai, keberadaan perusahaaan yang memproduksi minuman beralkohol dapat berdampak tidak baik bagi masyarakat sekitar.

Upaya penolakan ini sebagai bentuk untuk membina moral bangsa.

"Dari pihak MUI Kabupaten Mojokerto tadi sudah rapat dan perusahaan yang bersangkutan yang menyewa di wilayah NIP Blok-J itu belum ada sosialisasi ke warga," ungkapnya.

Kades Ngoro Kabupaten Mojokerto, Suryo Prihatono, membenarkan adanya perusahaan minuman beralkohol yang akan beroperasi dengan menempati bekas gudang kawasan NIP Blok-J.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved