Sejumlah Orangtua Murid di Kota Madiun Khawatir Bila Sekolah Kembali Dibuka Juli Mendatang

Orangtua di Kota Madiun tak setuju dengan rencana aktifnya kembali kegiatan belajar di SD dan SMP pada Juli 2020, karena pandemi belum berakhir.

TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
ILUSTRASI SISWA - Para siswa mengantre untuk mendapatkan kartu pendaftaran PPDB di Aula SMPN 1 Mojosari, Senin (26/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rahadian Bagus

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dinas Pendidikan Kota Madiun berencana membuka kembali atau mengaktifkan kembali kegiatan belajar di SD dan SMP pada 13 Juli 2020, mendatang.

Namun, sejumlah orangtua tidak setuju dengan rencana tersebut, lantaran pandemi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia belum berakhir.

"Terus terang kalau melihat anak-anak prihatin, jenuh, belajar tidak maksimal, tetapi kalau harus kembali ke sekolah banyak orangtua yang khawatir, karena penularan virus ini lebih cepat dan sekarang tidak bisa dipungkiri anak-anak tidak dijamin untuk tidak tertular, apalagi sekarang ada kabar terbaru anak-anak sudah banyak yang terkena virus tersebut," kata Komite SDN 1 Manisrejo, Kota Madiun, Sri Purwani, saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2020).

Ia menuturkan, sejumlah wali murid yang berbincang lewat grup WhatsApp awalnya menanyakan kembali ke sekolah.

Namun, setelah mendapat kabar di Surabaya kasus virus Corona meluas, para wali murid merasa khawatir anaknya kembali ke sekolah, Juli mendatang.

Sekolah di Kota Madiun Berencana akan Dibuka Kembali pada 13 Juli 2020, Begini Skema yang Disiapkan

Polisi Ngadiluwih Kediri Manfaatkan Lahan Mapolsek untuk Tanam Sayur-sayuran di Tengah Pandemi

"Kami masih belum setuju kalau bulan Juli besok harus kembali ke sekolah, meski sudah disiapkan protokol kesehatan di masing-masing sekolah. Sekarang kita yang dewasa saja banyak yang melanggar, apalagi anak-anak. Satu guru mengawasi 30 siswa, itu tidak akan maksimal," katanya.

Daripada anaknya tertular Covid-19, dia lebih setuju pembelajaran di rumah secara online hingga pandemi virus Corona berakhir.

Hal senada juga dikatakan Dyah Setyorini (35).

Warga Kartoharjo ini khawatir anaknya yang sekolah di SDN 03 Madiun Lor tertular virus Corona bila harus kembali ke sekolah.

Soal Insiden Botol Bir dan Anggota DPRD Tulungagung Ngamuk, Bupati Maryoto Sempat Ingin Rekonsiliasi

Jelang New Normal, Wali Murid Kota Blitar Tetap Ingin Anak Belajar di Rumah selama Pandemi Covid-19

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved