Breaking News:

Soal Insiden Botol Bir dan Anggota DPRD Tulungagung Ngamuk, Bupati Maryoto Sempat Ingin Rekonsiliasi

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo sebelumnya berharap bisa melakukan rekonsiliasi dengan SHM, anggota DPRD Tulungagung mengamuk di pendopo.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Bupati Tulungagung yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Maryoto Birowo, Senin (4/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo sebelumnya berharap bisa melakukan rekonsiliasi dengan SHM, anggota DPRD Tulungagung mengamuk di pendopo Tulungagung.

Rekonsiliasi ini terkait sikap SHM yang mengamuk di pendopo kabupaten, sehingga ada insiden pelemparan botol bir.

“Bagaimanapun bupati adalah pejabat politik dan beliau juga anggota partai politik. Karena itu saat awal kejadian, beliau berharap ada rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah,” ungkap Kabag Protokol dan Kerja Sama Pimpinan Pemkab Tulungagung, Galih Nusantoro, Jumat (5/6/2020).

Namun ternyata pascakejadian itu, SHM tidak menghubungi bupati.

Selama itu pula, semua pihak yang ketika ada di pendopo berupaya menyusun kronologi kejadian.

Dalam perkembangannya, regu jaga satpol PP harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

DPC PDI Perjuangan Sudah Lakukan Klarifikasi ke Anggota DPRD Tulungagung yang Mengamuk di Pendopo

Buntut Anggota DPRD Tulungagung Ngamuk Banting Toples Nastar, Dilaporkan Satpol PP ke Polisi

“Untuk mempertanggungjawabkan kewajiban jaganya itu, maka regu jaga mengadukan ke polisi,” sambung Galih Nusantoro.

Aduan ini bukan saja terkait insiden pemecahan toples dan pelemparan botol bir.

Melainkan karena satpol PP juga merasa sebagai korban.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved