Virus Corona di Batu

Personil TNI/Polri Ikut Sosialisasikan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan di Kota Batu

285 personil TNI/Polri akan mengawal masa transisi kenormalan baru di Kota Batu. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu bekerjasama

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/BENNY INDO
Lurah Songgokerto, Dian Saraswati (kedua dari kiri), saat meresmikan Kampung Klumutan Tangguh di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Jumat (29/5/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, BATU – 285 personil TNI/Polri akan mengawal masa transisi kenormalan baru di Kota Batu. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu bekerjasama dengan TNI/Polri sebagai upaya untuk menyosialisasikan sekaligus menertibkan tempat-tempat yang tidak sesuai dengan peraturan.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan dalam masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal Polri telah menempatkan personelnya di Pasar Besar Batu dan pusat perbelanjaan modern. Personil juga akan ditempatkan di titik-titik keramaian.

"Ada 165 personel Polri yang bertugas. Mereka menggunakan APD seperti masker dan pelindung wajah dengan bertindak mendisiplinkan masyarakat seperti mengimbau penggunaan masker, jaga jarak dan cuci tangan," katanya kepada TribunJatim.com, Minggu (7/6/2020).

Perwiara Penghubung (Pabung) Kodim 0818 Batu-Malang Mayor Arm Choirul Effendi mengatakan pihak TNI juga ikut mengawal transisi kenormalan baru. Ada 120 personel TNI dari BKO Yonif 527/ BY yang diterjunkan ke Kota Batu.

"Mereka sementara ini ditempatkan di Pasar Besar Batu dan mall. Lalu, ada 3 shift dan setiap satu kali shift 8 jam dengan 5 personel," katanya.

Pemkab Blitar Pastikan Keluarga Aisyah Sudah Dapat Bantuan, Bupati Rijanto Bantu Rp 10 Juta

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Pemuda Kelurahan Bareng Kota Malang Bagikan Sayur Gratis

Tahap Awal Masuk Santri Ponpes Lirboyo Kota Kediri Dibatasi Hanya 10 Persen

Mereka memiliki tugas yang sama, yakni mendisiplinkan masyarakat dalam hal penggunaan masker dan penerapan penjarakan fisik. Selain itu, dia mengatakan nantinya akan memberdayakan babinsa yang ada di desa untuk mendisiplinkan masyarakat. Terutama di wilayah zona merah paparan virus Corona atau Covid-19.

"Di kampung-kampung yang banyak pandemi, maka TNI/POLRI dan Linmas menjaga di sana supaya masyarakat disiplin. Misal jika tidak boleh keluar ya tidak boleh keluar," katanya kepada TribunJatim.com.

Petugas TNI/Polri yang bertugas sementara waktu tinggal di Panti Sosial Petirahan Anak Bima Sakti yang berada di Kelurahan Songgokerto. Mereka secara bergantian juga ditempatkan untuk menjaga di Desa Giripurno yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL).

Dalam masa transisi ini masyarakat bisa lebih disiplin dan tertib menerpakan protokol kesehatan. Ia mengatakan, akan ada sanksi bagi masyarakat jika tidak disiplin saat kenormalan baru diterapkan. Sanski tersebut telah diatur dalam Perwali No 56 Tahun 2020. Di antaranya teguran tertulis, teguran lisan, penyitaan KTP hingga pencabutan usaha.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan, ada beberapa fase yang akan diberlakukan Pemkot Batu saat kenormalan baru. Beberapa fase itu sudah diatur dalam Perwali No 56 Tahun 2020.

“Ada 5 fase di antaranya untuk fase 1 perdagangan, jasa dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di samping itu sesuai dengan protokol kesehatan,” terangnya.

Punjul juga mengatakan kemungkinan dibuka kembali Alun-alun Batu. Namun sebelum betul-betul dibuka, Pemkot Batu akan menertibkan dan mendisiplinkan pedagang serta pengunjung. Hal itu agar tidak terjadi kerumunan orang.

“Dari Diskoperindag tidak akan membuat ganjil genap tapi sudah ada formulasi bagaimana PKL tidak sampai menyemut dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Fase-fase berikutnya adalah pembukaan tempat-tempat lain seperti kegiatan keagaan, tempat kerja, perdagangan umum dan pariwisata. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved