2 Bulan Peristiwa Berlalu, Polisi Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Laka Kerja di PT ENERO Mojokerto

Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota menetapkan dua tersangka terkait kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga pekerja tewas di PT. Enero.

DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi penangkapan 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota menetapkan dua tersangka terkait kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga pekerja tewas di PT Energi Argo Nusantara (ENERO) Jalan Raya Suko Sewu, Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Sodik Efendi, menjelaskan penetapan tersangka ini telah berdasarkan penyelidikan berupa keterangan saksi dan hasil identifikasi di lokasi kejadian bahwa terdapat unsur kelalaian dalam kecelakan kerja tersebut.

"Kami menetapkan dua tersangka dalam kasus ini dan satu tersangka adalah seorang korban meninggal saat kejadian," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Informasi dari Kepolisian, tersangka (M) alias Misbah merupakan karyawan pabrik yang menjabat sebagai supervisor dalam Divisi Biogas Plant PT ENERO.

Jalan Berlubang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pakong Pamekasan Tutup Jalan Pakai Ban & Pohon Pisang

Kabar Duka, Tokoh Pers Nasional Peter Apollonius Rohi Tutup Usia

Sedangkan, tersangka Beni Tri Sucahyo (30) sebagai Foreman divisi Biogas Plant yang merupakan korban meninggal.

"Terkait status tersangka B gugur demi hukum karena yang bersangkutan telah meninggal dunia," ujar Sodik.

Dikatakannya, mekanisme penetapan tersangka telah sesuai prosedur yaitu dari hasil penyelidikan dan gelar perkara. Penetapan tersangka terkait kejadian kecelakaan kerja ini pada Selasa 2 Juni 2020 kemarin.

"Penetapan tersangka karena ada unsur kelalaian sehingga mengakibatkan kejadian itu lebih detail ke ranah penyidikan," jelasnya.

Ditambahkannya, tersangka M dikenakan pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Mengakibatkan Orang Lain Meninggal Dunia ancaman hukuman maksimal lima tahun.

Pakta Integritas Transisi New Normal Surabaya Raya Diteken Besok Pagi, Gubernur Khofifah: Komitmen

"Tersangka tidak ditahan karena kooperatif dan bersamaan ada wabah pandemi Covid-19," tandasnya.

Masih kata Sodik, sesuai hasil identifikasi Tim Labfor Polda Jatim bahwa ada gas berbahaya jenis Hidrogen Sulfida (H2S) di kolam pengendapan PT ENERO.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved