Sosok Mbah Sukir Madiun Relawan Bantu Cari Korban Tenggelam, Tanpa Alat Khusus: Ikuti Naluri & Bau

Cerita Mbah Sukir, relawan pencarian korban tenggelam asal Kota Madiun. Tak pernah pakai alat bantu khusus, andalkan naluri dan bau.

SURYA/RAHARDIAN BAGUS
Mbah Sukir Asal Kota Madiun, relawan pencarian korban tenggelam, ditemui Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Bocah berusia 14 tahun bernama Radin Candra Eko Setiawan, tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Selasa (9/6/2020) sore.

Jasad warga Mojopahit RT 20/ RW 08 Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun ini akhir muncul ke permukaan sungai pada Rabu (10/6/2020) sekira pukul 12.40 WIB dan segera dievakuasi.

Dalam upaya pencarian korban tengelam ini, tim pencari dibantu seorang relawan bernama Sukiro (67) atau yang akrab disapa Mbah Sukir.

Kode Khusus Raul Lemos ke KD di Tengah Konflik Aurel-Azriel, Puji Istri Setinggi Langit: Stronger

Kehabisan Bensin, Jambret yang Tewaskan Driver Ojol Wanita di Surabaya Tertangkap: Masih 19 Tahun

Kurang lebih empat jam Mbah Sukir bersama petugas gabungan BPBD Kota Madiun, TNI, Polri melakukan upaya pencarian menggunakan empat perahu karet. 

Meski sudah lanjut usia, namun Mbah Sukir hampir tidak berhenti berenang dan menyelam di Sungai Bengawan Madiun selama proses pencarian.

Dari seluruh tim pencari di lokasi, hanya Mbah Sukir yang berani berenang tanpa mengenakan rompi pelampung, dan berani menyelam hingga ke dasar sungai.

Nganggur 2 Bulan & Disebut Laki-laki Enggak Guna, Pria Ini Bunuh Kekasih Gelap, Pelaku: Sakit Hati

HIPDA Apresiasi Pihak Kepolisian, Ungkap Pelaku Jambret Driver Ojol Perempuan yang Meninggal Dunia

Siang, sebelum pukul 12.00, Mbah Sukir mengaku sudah menemukan lokasi jasad di dasar sungai berkedalaman sekitar empat meter.

Hanya saja, ia lupa tidak mengenakan tutup telingga sehingga mengaku kesakitan saat akan menyelam lebih ke dalam.

"Karena telinga saya sakit, saya naik je atas. Saya lupa tidak pakai penutup telinga. Setelah jam 12, mudah-mudahan tidak bergerak ke utara. Sudah kepegang tadi, posisinya miring, tidak bergerak," kata Mbah Sukir saat beristirahat.

Warga Jalan Merpati no 6B, Nambangan Lor, Manguharjo, Kota Madiun ini mengaku sudah puluhan tahun menjadi relawan dan membantu pencarian korban tenggelam. Tidak hanya di sungai Bengawan Madiun saja, tetapi di tempat lain di luar Kota Madiun.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved