Breaking News:

Sosok Mbah Sukir Madiun Relawan Bantu Cari Korban Tenggelam, Tanpa Alat Khusus: Ikuti Naluri & Bau

Cerita Mbah Sukir, relawan pencarian korban tenggelam asal Kota Madiun. Tak pernah pakai alat bantu khusus, andalkan naluri dan bau.

SURYA/RAHARDIAN BAGUS
Mbah Sukir Asal Kota Madiun, relawan pencarian korban tenggelam, ditemui Rabu (10/6/2020). 

"Kalau saya hitung mungkin lebih dari 60 orang. Di Telaga Sarangan, Ngebel, Pacitan, Bojonegoro, Ngawi, Trengalek. Pokoknya begitu saya mendengar ada korban tenggelam saya langsung berangkat," kata kakek tiga orang cucu ini.

Mbah Sukir mengatakan, kemampuannya berenang dan menyelam sudah ia pelajari sejak kecil. Kini ia juga menjadi pelatih renang di kolam renang Hotel Merdeka.

"Alam menjadikan saya kuat, karena saya senang. Kalau berenang saya sudah sejak kecil bisa berenang. Sekarang melatih renang di Hotel Merdeka," tuturnya.

Ia mengaku tidak takut menyelam di Sungai Bengawan yang terkenal angker dan memiliki arus yang deras. Ia berkeyakinan, selama ia melakukan kebaikan dengan iklhas dan senang, maka tidak akan terjadi apa-apa dengan dirinya.

Tak ada persiapan atau ritual khusus yang harus ia jalani sebelum menyelam. Begitu juga, tidak ada peralatan khusus yang ia kenakan, Mbah Sukir hanya mengenakan celana renang, topi renang, dan kacamata renang.

"Biasanya saya juga pakai perlengkapan selam, tapi kebetulan sedang dipinjam dibawa ke malang. Makanya, ini efeknya telinga saya sakit," ujarnya.

Dalam kondisi stabil, ia mengaku bisa menyelam selama sekitar empat menit tanpa alat bantu pernafasan. Namun, apabila konsentrasinya hilang atau tidak tenang, maka maksimal ia hanya bisa menyelam sekitar satu menit.

"Kalau tidak ada problem saya mampu empat menit, kalau ada probelm satu menit sudah keok. Kalau konsentrasi saya ke mana-mana, pingin segera menemukan, itu bikin oksigen cepat habis," pungkasnya.

Selama pencarian korban tenggelam, ia juga menggunakan naluri dan indra penciumanya. Biasanya, titik atau lokasi jasad tenggelam terdapat aroma tidak sedap.

"Hanya naluri saja, juga ada bau, baunya nggak enak pokoknya," imbuhnya. 

Penulis: Rahardian Bagus

Editor: Heftys Suud

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved