Virus Corona di Blitar

Antisipasi Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Blitar, Polisi Siagakan Personel di Rumah Sakit

Personel yang disiagakan itu bertugas mengamankan jenazah PDP maupun pasien positif Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Sejumlah anggota Sabhara Polres Blitar Kota disiagakan di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, Minggu (14/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Polres Blitar Kota mengantisipasi tindakan pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19 oleh keluarga dengan cara menyiagakan personel di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, Minggu (14/6/2020).

"Ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi pengambilan paksa jenazah PDP maupun pasien positif Covid-19 dari rumah sakit. Kami bersama Kodim menyiagakan personel di rumah sakit," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela.

Dikatakannya, personel yang disiagakan itu bertugas mengamankan jenazah PDP maupun pasien positif di rumah sakit.

Petugas juga akan mengawal sampai proses pemakaman jenazah PDP maupun pasien positif Covid-19.

"Saya sudah mengeluarkan surat perintah untuk personel yang bersiaga di rumah sakit. Saya juga sudah koordinasi dengan Direktur RSUD Mardi Waluyo, sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi tindakan pengambilan paksa jenazah PDP maupun pasien positif Covid-19 oleh pihak keluarga seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah.

UPDATE CORONA di Kota Blitar Minggu 14 Juni, Tambah Satu Kasus Positif, Jumlah OTG Capai 118 Orang

Pendaftaran PPDB SMP di Kota Blitar Ditutup, Tiga Sekolah Masih Belum Penuhi Pagu

Dia menegaskan, pengambilan paksa jenazah PDP maupun pasien positif Covid-19 merupakan tindakan melawan hukum melanggar pasal 214 KUHP.

"Yang perlu diketahui masyarakat, tindak itu (mengambil paksa jenazah pasien Covid-19) merupakan perbuatan melawan hukum. Kalau terjadi di Blitar, kami akan memprosesnya. Tapi, sampai sekarang tindakan itu tidak ada di Blitar," ujarnya.

Selain itu, kata AKBP Leonard M Sinambela, pengambilan jenazah PDP maupun pasien positif Covid-19 oleh keluarga berisiko tinggi terjadi penularan virus Corona.

KPU Kota Blitar Siapkan Skenario Pemutakhiran Data Pemilih secara Online di Masa Pandemi Covid-19

Dipangkas Akibat Covid-19, Anggaran Proyek Fisik Kota Blitar Diusulkan Lagi di Perubahan APBD 2020

Untuk itu, dia meminta masyarakat tetap mematuhi protokol penanganan jenazah pasien Covid-19.

"Kami juga terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak terjadi seperti itu. Selain bisa diproses pidana, tindakan itu juga berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved