Breaking News:

Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Ingin Liga 2 Lebih Mandiri dan Profesional, PSHW Usung Wacana Pemisahan Liga 2 dari PT LIB

PSHW mengusung wacana pemisahan pengelolaan Liga 2 dari PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB ) yang selama ini menjadi operator Liga 1 dan 2.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/TAUFIQUR ROHMAN
Presiden Klub PS Hizbul Wathan (PSHW), Dhimam Abror Djuraid (kanan), 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Tim Liga 2 2020 asal Jawa Timur, PS Hizbul Wathan ( PSHW ) mengusung wacana pemisahan pengelolaan Liga 2 dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang selama ini menjadi operator Liga 1 dan 2.

Disampaikan Presiden klub PSHW, Dhimam Abror Djuraid, ide itu diwacanakan sebagai upaya menjadikan Liga 2 lebih mandiri dan profesional.

"PSHW dukung pemisahan Liga 2 dari LIB. Tapi ini baru wacana awal dan konsepnya masih dalam penyusunan. Ini adalah upaya untuk menjadikan Liga 2 lebih mandiri dan profesional," terang Dhimam Abror pada TribunJatim.com, Selasa (16/6/2020).

Selama ini, tambah Dhimam Abror, pengelolaan saham di kompetisi Liga 2 ditangani sepenuhnya oleh PT LIB, klub peserta hanya menerima dana dalam bentuk subsidi, bukan hasil saham dari kelola bersama dengan tim peserta.

"Selama ini kami menerima subsidi Rp 1,15 miliar dari PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan Liga, dan itu bentuknya adalah subsidi karena kami tidak punya saham apa-apa di LIB," kata pria asal Surabaya itu.

Gelandang Persebaya Rendi Irwan Buka Promo Gratis di IG Story, Ingin Ringankan Beban Pelaku Usaha

Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-29, Barcelona Vs Leganes, Mampukah Lionel Messi Lesakkan Gol ke-700?

Padahal, Dhimam Abror menilai, klub peserta Liga 2 memiliki banyak potensi besar.

Selain sejumlah klub dengan nama besar bersejarah, juga memiliki suporter yang solid.

"Potensi Liga 2 sangat besar karena punya brand equity yang cukup kuat dengan basis suporter yang solid," katanya.

"Kita punya PSMS Medan, Persiba, Semen Padang, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, Badak Lampung FC, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persijap, dan lainnya yang semuanya punya pengalaman di liga utama," tambah Dhimam Abror.

Kapten Persela Lamongan Sebut Kompetisi Liga 1 2020 Tetap akan Kompetitif Meski Tanpa Degradasi

Bakal Gandeng Pemerintah Malang Penuhi Protokol Kesehatan, Arema FC Minta PSSI Fokus Waktu Kompetisi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved