Puluhan Pejabat Eselon II Sharing Kiat Solutif Pemimpin Saat Krisis Bareng Bupati Banyuwangi

Sebanyak 54 pejabat eselon II dari sejumlah instansi pemerintahan menyerap ilmu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam video conference Pelatih

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam video conference Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sebanyak 54 pejabat eselon II dari sejumlah instansi pemerintahan menyerap ilmu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam video conference Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Mereka benchmarking model kepemimpinanan yang dilakukan Anas saat memimpin Banyuwangi.

Acara tersebut digelar secara virtual oleh Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan, Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KMP LAN) RI.

Kelas virtual bertajuk “Isu Strategis: Kepemimpinan Kewirausahaan” tersebut, dipimpin langsung Kepala Puslatbang KMP LAN Dr. Andi Taufik, yang diikuti puluhan pejabat eselon II dari sejumlah instansi pemerintah pusat maupun daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas membeberkan sederet strategi kepemimpinannya selama hampir sepuluh tahun memimpin Banyuwangi. Termasuk saat bagaimana melakukan terobosan di situasi krisis, seperti pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini.

"Pandemi covid yang melanda hampir seluruh dunia ini, benar-benar semua pemimpin di segala level, termasuk seorang bupati. Bagaimana tidak, semua sektor kehidupan terdampak, dan ini memaksa seorang pemimpin mencari jalan keluar dari krisis ini," kata Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com, Selasa (16/6).

Anas mencontohkan tentang bantuan sosial untuk warga terdampak covid. Di lapangan, masih ditemukan warga miskin yang belum tercover skema bantuan apapun. Permaslahan ini banyak terjadi di daerah Indonesia lainnya.

"Kami memilih opsi tidak saling menyalhkan siapapun, Gantinya kami justru mencari solusi, yakni dengan membuka pelaporan bansos online. Mereka yang belum tercover bansos bisa melaporkan dirinya lewat aplikasi Smart Kampung," katanya Abdullah Azwar Anas.

Viral Foto Jenazah PDP Covid-19 Hanya Pakai Popok, MUI Jatim Ingatkan Jangan Asal: Wajib Dikafani

New Normal Ponpes Tebuireng dan Tambakberas, Protokol Belajar Santri hingga Lumbung Pangan Disiapkan

37 Dokter yang Meninggal Dunia Selama Pandemi Covid-19, Berstatus Positif dan PDP

Begitu halnya dengan kebijakan new normal yang diambil pemerintah pusat. Anas mencontohkan bagaimana Banyuwangi secara bertahap merumuskan dan banyak melakukan simulasi untuk kebiasaan baru ke depan.

"Di awal kami melibatkan banyak pihak untuk mendapatkan masukan tentang new normal. Mulai dari tenaga medis, tokoh agama, hingga pelaku pariwisata. Semua dilibatkan agar bila benar-benar dilaksanakan bisa berjalan dengan baik," beber Anas kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Kepala Puslatbang KMP LAN RI Andi Taufik mengapresiasi berbagai kebijakan dan pola kepemimpinan yang dilakukan Bupati Anas.

Menurutnya, kepemimpinan berbasis kreativitas seperti yang dilakukan Bupati Anas menjadi kunci kesuksesannya memimpin Banyuwangi, termasuk dalam menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Ini patut dicontoh. Kreativitas dan inovasi Banyuwangi telah terbukti nyata bisa menembus segala keterbatasan daerah. Termasuk saat pandemi covid-19 melanda, Banyuwangi mampu membuat inovasi cemerlang untuk menanggulanginya. Salah satunya, mengintegrasikan data penyaluran bansos ke program smart kampung," ujarnya. (haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved