Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Viral Foto Jenazah PDP Covid-19 Hanya Pakai Popok, MUI Jatim Ingatkan Jangan Asal: Wajib Dikafani

Tanggapi viral foto jenazah PDP virus Corona dimakamkan hanya pakai popok di Surabaya. MUI Jatim: harus disucikan, harus dikafani.

Tribunjababar.id/M Nandri Prilatama
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur ( MUI Jatim ) meminta seluruh rumah sakit dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur  memperhatikan fatwa MUI No 18 tahun 2020 tentang pedoman Pengurusan Jenazah (tajhiz al-jana’iz) Muslim yang Terinfeksi Covid-19.

Hal ini untuk merespon viral foto jenazah PDP virus Corona ( Covid-19 ) yang hanya mengenakan popok tanpa dibungkus kain kafan di Surabaya.

"Jadi fatwa tentang pemulasaraan jenazah sudah ada, fatwa no 18 tahun 2020, kita menekankan kepada semua saja untuk mematuhi itu karena tentu saja jenazah muslim ada tatacaranya untuk melakukan pemulasaraan," kata Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yaqin, Selasa (16/6/2020).

Yan Vellia & Saputri Bersatu untuk Konser Didi Kompet, Ibu Seika Dipuji Setinggi Langit: Bismillah

Ashanty-Anang Tak Kunjung Tanggapi KD, Sikap Baru Ashanty Jadi Sinyal Reaksi Keluarga? Peace

MUI lanjut Ainul menyadari jika ada unsur kedaruratan dalam penanganan jenazah Covid-19. Namun tidak berarti jenazah bisa dikuburkan dengan cara sembarangan.

"Tetap ada SOP nya untuk itulah MUI menerbitkan fatwa no 18 itu. Jadi seruan MUI kembali lah sesuai petunjuk MUI no 18 tahun 2020 dan tidak boleh ada yang dilewati," lanjutnya.

Selain berdasarkan pada syariat, pemulasaraan jenazah berdasarkan fatwa MUI ini juga untuk meminimalisasi kegaduhan yang timbul di masyarakat.

Kota Batu Belum Bisa Terapkan New Normal, Gugus Tugas Beber Angka Penularan di Atas 1, Apa Artinya?

Ada 31 Warga Tulungagung Terjaring Razia Gabungan, Saat Ngopi di Kawasan Pinka

"Masyarakat ini kan beragama dan punya tatakrama kalau hak-hak keberagamaannya tidak dilindungi tentu akan menimbulkan kegelisahan," kata Ainul.

"Jadi harus disucikan, dikafani, dibungkus plastik yang kedap air lalu dipetikan dan jenazah dimiringkan ke kanan. Harus disalatkan juga karena ini wajib kifayah, insyaallah sudah aman karena sudah dibungkus plastik dan dimasukkan ke peti," lanjutnya.

Bukan hanya pada fatwa MUI, tata cara pemulasaraan jenazah dari Dirjen Binmas Islam, menurut Ainul juga menyebutkan hal yang demikian.

"Tolong pihak rumah sakit dan gugus tugas Covid-19 memperhatikan hal ini. Agar keselamatan petugas tetap dijaga, yang memandikan tetap terlindungi dan mayitnya pun juga sudah terpulasara dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved