Virus Corona di Surabaya

Mobil Lab PCR Bantuan BNPB Pamit Dari Surabaya

Dua unit mobil laboratorium PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mengakhiri masa tugasnya di Surabaya, Rabu (17/6/2020)

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/HUMAS PEMKOT SURABAYA
Mobil PCR bantuan dari BNPB saat digunakan di Surabaya, Sabtu (30/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua unit mobil laboratorium PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mengakhiri masa tugasnya di Surabaya, Rabu (17/6/2020).

Sebelum meninggalkan Surabaya, para petugas dari mobil tersebut berpamitan langsung kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sebagaimana diketahui, selama beberapa minggu mobil ini digunakan swab test di Surabaya.

Kapten Mobil laboratorium PCR BNPB Sandi Andika mengatakan, pihaknya mengapresiasi antusiasme warga di Surabaya selama mobil ini berada di kota pahlawan. Misalnya yang sebelumnya dilakukan di Gelora Pancasila dan Asrama Haji.

"Antusias warga Surabaya cukup tinggi," kata dia.

Ada sekitar lima ribu orang yang sudah dites swab oleh mobil laboratorium ini. Dengan kategori umur yang beragam, baik dewasa hingga anak kecil.

Pihak Keluarga Ungkap Firasat Kematian Korban Lewat 2 Mimpi Absurd

Indonesia Tak Butuh Bantuan Negara Lain Hadapi China di Natuna, Taktik Gila Diungkap Analis

ASN Mantan Petinju yang Ngamuk di Dispendukcapil Banyuwangi adalah Guru SMP

Dia mengungkapkan, selama berada di Surabaya, ini disebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Ada kesan tersendiri selama melayani warga yang disebutnya ramah, dan banyak kesan yang menarik dan unik.

Dalam satu mobil laboratorium PCR itu terdapat enam orang yang mengendalikan. Masing-masing yaitu, kapten, asisten kapten, swaber, ekstracen, analis dan petugas maintenance dengan tugas yang berbeda.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih karena sudah membantu warga Kota Surabaya dalam menangani pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sebagai bentuk kenang-kenangan, Risma memberikan hadiah berupa cinderamata kepada mereka, hasil dari UMKM di Surabaya, batik dari Dolly misalnya.

“Terima kasih, sudah melayani masyarakat Surabaya selama beberapa minggu ini, matur nuwun, maaf jika selama di sini ada yang kurang berkenan. Sekali lagi terima kasih," ujar Risma.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved