Satpol PP Kabupaten Malang Beri Hukuman Push Up untuk Pelanggar New Normal: Masa Harus 24 Jam?

Satpol PP Kabupaten Malang menegaskan sudah menegakkan peraturan Perbup Normal Baru. Nazarudin Hasan ungkap kendalanya masih kesadaran masyarakat.

SURYAMALANG.COM/ERWIN WICAKCONO
Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Nazarudin Hasan. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tanggapi persoalan masih banyak ditemukan pelanggaran selama masa transisi new normal, Satpol PP Kabupaten Malang menegaskan sudah menegakkan peraturan Perbup Normal Baru di pusat keramaian aktifitas masyarakat.

Namun Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Nazarudin Hasan mengakui pihaknya tak bisa melakukan pengawasan selama 24 jam penuh.

"Kalau sanksi tegas itu kan seperti fokus di Pasar Lawang dan Singosari. Begitu Satpol PP gak ada, mereka (masyarakat) tidak memakai masker. Kendalanya di situ. Masa sih Satpol PP harus 24 jam di situ," kata Nazarudin ketika dikonfirmasi.

Nagita Geli Lihat Anang Blak-blakan Soal Perasaan di Hadapan Ashanty, Aurel Malah Bergidik Ngeri: Ih

Terkuak Alasan Irwan Mussry Jatuh Cinta ke Maia Estianty, Ibu Al-El-Dul Digoda saat Live: Romantis

Nazarudin menambahkan, penegakan hukum tersebut dibuktikan dengan sanksi sosial, itu berupa menyapu dan juga push up saat Satpol PP mengunjungi Pasar Pakisaji, Rabu (17/6/2020) kemarin.

Para pengunjung yang tak mematuhi aturan memakai masker disuruh memakai rompi orange.

"Saat itu kami menyuruh pelanggar nyapu sekitar pasar bagi yang perempuan. Jika yang laki-laki push up dulu langsung nyapu,"

Pemberian sanksi itu bakal diterapkan secara rutin di seluruh pasar tradisional di Kabupaten Malang.

Uang Rp 35 Juta & Emas 150 Gram Nenek di Madura Raib Digondol Maling, Pilu Padahal Mau Beli Bubur

Pasar Daging Anjing di China Ramai, Sudah Dilarang karena Covid-19, Aktivis Hewan Sampai Gemetar

"Pelanggaran yang tidak mengenakan masker dan itu didominasi ibu-ibu yang pergi ke pasar. Sanksi sosial ini kami lakukan agar ada efek jerah," beber Nazarudin.

Saat pengawasan di lapangan, sejatinya sudah dibentuk satuan tugas sesuai fungsi dan kewajibannya.

"Juga ada kampung tangguh program dari Polri. Itupun sanksi sosialnya kata pak dandim  musyawarah. Kalau ada warga yang gak pakai masker, ini enaknya bagaimana," ujar mantan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang ini.

Gerindra dan PKB Bersua Bahas Arah Koalisi di Pilkada Tuban 2020, Minta Jatah Wakil Bisa Terjadi

Nazarudin menyadari pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan virus Corona ( Covid-19 ) di kehidupan masyarakat juga tergantung pada jumlah personel Satpol PP.

"Kalau Satpol PP itu maksimal digerakkan sekitar 150 an personel dari 200 personel, kan Kabupaten Malang itu luas," terang Nazarudin. 

Penulis: Erwin Wicaksono

Editor: Heftys Suud

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved