Breaking News:

Massa Perguruan Silat Bentrok dengan Warga Madiun, Genting & Kaca Jendela Rumah Rusak Dilempar Batu

Akibat kericuhan massa perguruan silat dan warga Kabupaten Madiun, sejumlah genting dan kaca jendela rumah milik warga rusak akibat lemparan batu.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Akibat kericuhan massa perguruan silat dan warga Kabupaten Madiun, sejumlah genting dan kaca jendela rumah milik warga rusak akibat lemparan batu, Kamis (18/6/2020). 

“Mereka yang ingin masuk Kota Madiun kami halau putar ke ruas jalan ring road Kota Madiun. Jadi pelaksanaan sidang pembacaan putusan berjalan aman tanpa kehadiran para pendekar di Pengadilan Negeri Kota Madiun,” kata AKBP Raden Bobby Aria Prakasa.

5.000 KK di Kota Kediri Terdampak Covid-19 Terima Bansos dari Pemprov Jawa Timur

Bentuk Industri Tangguh di Pabrik Rokok untuk Cegah Penyebaran Covid-19 di Kota Blitar

AKBP Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan, setiap konvoi kendaraan bermotor yang berusaha mendekati lokasi sidang diminta pulang ke rumah masing-masing.

Tidak satupun dari mereka yang bisa masuk ke kantor Pengadilan Negeri Kota Madiun.

Ribuan petugas gabungan berjaga di lima titik pintu masuk Kota Madiun.

Massa yang pulang diimbau agar memantau jalannya persidangan yang disiarkan secara live di kanal YouTube Pengadilan Negeri Kota Madiun.

“Mereka hanya berkeliling di pinggir kota saja. Mereka datang secara pribadi, tidak ada yang mengundang,” ujar AKBP Raden Bobby Aria Prakasa.

Resepsi Pernikahan di Malang saat New Normal Akan Berbeda, Salaman Pengantin Jarak Jauh & Tanpa Foto

Seribu Pedagang Pasar di Kabupaten Madiun Jalani Rapid Test, Hasilnya Semua Nonreaktif Covid-19

Diberitakan sebelumnya, dalam pengamanan sidang ini, dikerahkan sekitar 2000 aparat gabungan Polri dan TNI. Personel Polri yang dikerahkan sekitar 1200 dan 700 sisanya anggota TNI.

Meski terdapat konvoi motor oleh oleh massa, namun tidak ada gesekan antarkubu pendekar saat berada di wilayah Kota Madiun.

“Hingga tadi sore kondisi keamanan di Kota Madiun aman dan terkendali. Tidak ada lagi konvoi kendaraan bermotor. Begitu juga dengan situasi di Padepokan PSHT Pusat Madiun juga sudah steril,” imbuhnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved