Rumah Persada Sukarno Gelar Haul Bung Karno ke-50: Diwarnai Pembacaan Sumpah Jatidiri Bangsa

Rumah Masa Kecil Bung Karno menggelar haul Bung Karno ke-50 yang diselenggarakan di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2020).

ISTIMEWA
Dialog kebangsaan yang digelar di rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, Kediri - Rumah Masa Kecil Bung Karno menggelar haul Bung Karno ke-50 yang diselenggarakan di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2020).

Pada kegiatan haul Bung Karno dimeriahkan dengan acara Khataman Al Quran, Tahlil, Doa Kautsaran, Mocopat, santunan fakir miskin dan Doa Lintas Agama.

Ada juga sesi Dialog interaktif kebangsaan yang disiarkan secara daring, penampilan musik, puisi dan teater serta pernyataan sikap dan selamatan.

Kushartono, Ketua Harian Persada Soekarno Kediri menyebutkan, pada haul kali ini diwarnai dengan pembacaan sumpah Jatidiri Bangsa.

Haul ke-50 Bung Karno, PDIP Surabaya Gelar Khotmil Quran dan Doa Lintas Agama

Siap Melihat Gerhana Matahari Cincin Besok? Simak Tempat Terbaik Saksikan Fenomena Ini di Gresik

Sumpah diikrarkan bersama-sama, yang isinya mereka bersumpah tidak akan meninggalkan Pancasila sebagai Jatidiri Bangsa kapanpun, dimanapun dan apapun resikonya.

"Sumpah dan pernyataan sikap ini adalah dwi tunggal yang tidak bisa dipisahkan," tambahnya.

Karena munculnya pernyataan sikap itu memang terlahir dari kesadaran Sumpah Jatidiri Bangsa yang sudah dimunculkan pada 28 Oktober 2019 lalu tepat pada Hari Sumpah Pemuda.

"Saya rasa tanpa sumpah pernyataan tidak akan memiliki roh, tanpa pernyataan sumpah tidak akan sempurna," ujarnya.

Tak Disangka, Karya Purnawirawan Bintara Tinggi TNI AU Ini Tembus Negara-negara di Eropa

Pria Surabaya Ini Hanya Diam saat Polisi Dobrak Rumahnya, Masih Teler ketika Digelandang Polisi

"Diantara isinya bersumpah Jatidiri Bangsa itu kami sepakat dan berjanji tidak akan meninggalkan Jatidiri Bangsa kapanpun, dimanapun dan apapun resikonya. Pancasila ini juga Jatidiri bangsa kita," ujarnya.

Pada kegiatan haul para undangan yang hadir juga menaati protokol kesehatan serta undangan yang hadir juga terbatas. Panitia lebih memaksimalkan syiar haul secara daring.

Bule Belgia Diam-diam Sembunyikan Sosis saat di Minimarket, Kabur Kepergok Pegawai, Lihat Endingnya

Pandemi Covid-19, Pedagang Pasar Bandar Kediri Gelar Senam Imun Bersama: Bisa Tambah Kekebalan Tubuh

Sikan Abdillah, Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan, pada kegiatan haul mengajak masyarakat mengikuti acara secara online seperti FB, IG dan Channel Youtube.

"Kami justru bersyukur dengan cara ini hikmahnya saudara-saudara kita di segenap penjuru tanah air bahkan dunia bisa mengikuti secara langsung dirumah masing-masing," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved