Breaking News:

Virus Corona di Kediri

Covid-19 di Kota Kediri Dari Sedang Menuju Rendah

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan kondisi virus Corona atau Covid-19 di Kota Kediri berdasarkan data Gugus Tugas Pusat bersama BNPB

(Surya/Didik Mashudi)
Wali Kota Kediri mengadakan rapat koordinasi dengan pengelola hotel di Balai Kota Kediri, Senin (15/6/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan kondisi virus Corona atau Covid-19 di Kota Kediri berdasarkan data Gugus Tugas Pusat bersama BNPB, status resikonya kuning.

Kondisi itu artinya, dari sedang menuju ke rendah. Jumlah konfirmasi positif di Kota Kediri sebanyak 57, telah dinyatakan sembuh sebanyak 20 orang dan 1 orang meninggal.

“Klaster konfirmasi positif di Kota Kediri ini berasal dari luar kota. Paling banyak dari klaster Pabrik Rokok Mustika. Sejak tanggal 14 Juni tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif. Semoga segera berstatus zona hijau,” ungkap Walikota saat memberi pembekalan webinar mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti yang akan mengikuti KKN, Senin (22/6/2020).

Diungkapkan, dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, mahasiswa memiliki peranan yang sangat penting karena mahasiswa ini salah satu agen perubahan bagi masyarakat.

“Kalau dulu yang harus diubah adalah pola pikir sekarang yang harus diubah adalah habbit masyarakat. Pandemi covid-19 memang mengubah semua yang ada di dunia. Baik secara ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial. Karena itu kita harus menyamakan frekuensi apa saja yang harus kita ubah,” ujarnya.

Pelaku Penyerangan Terhadap Kapolres Karanganyar Ternyata Baru Bebas dari Penjara

Sidang Kasus Korupsi Saiful Ilah dan Tiga Pejabat Sidoarjo Tertunda

Kencani Wanita di Hotel Pria ini Tunjukkan Gelagat Aneh Jelang Bercinta, Ketakutan si Cewek Terbukti

Wali Kota Kediri menjelaskan peran lain yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Pertama, memulai tindakan pencegahan virus Corona atau Covid-19 mulai dari diri sendiri, keluarga, serta lingkungan tempat tinggalnya dengan tetap di rumah saja. Apabila keluar hanya ketika ada kepentingan yang mendesak saja.

Kedua, mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat gerakan bersama secara online untuk mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik. Serta dapat menggalang donasi yang ditujukan kepada yang membutuhkan di tengah pandemi.

Ketiga, mahasiswa dapat melakukan gerakan sosial dengan terjun langsung menjadi relawan satgas Covid-19. Mahasiswa dapat menjadi relawan dengan menyalurkan bantuan logistik, makanan bergizi, vitamin, masker, dan sebagainya.

Keempat , mahasiswa bisa manfaatkan waktu di rumah dengan mengeksplore bakat dan minat yang selama ini belum tergali. Seperti membuat lagu, belajar editing video atau foto, menulis atau membaca buku.

Hasil eksplorasinya bisa dikolaborasi atau bisa juga menyelesaikan hal-hal yang sebelumnya tidak selesai sebelum virus Corona atau Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved