Virus Corona di Surabaya

Dua Pekan Transisi New Normal Life, Attack Rate Covid-19 di Surabaya Meningkat Tajam

Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Airlangga, Surabaya, Windhu Purnomo mengungkapkan Attack Rate (AR) Virus Corona

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Dr. Windhu Purnomo Tim Kajian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya saat konferensi pers di Grahadi, Jumat (8/5/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Airlangga, Surabaya, dr Windhu Purnomo mengungkapkan Attack Rate (AR) Virus Corona (Covid-19) di Kota Surabaya naik signifikan selama masa transisi new normal life.

dr Windhu Purnomo menjelaskan menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, AR Kota Surabaya berada di angka 90 per seratus ribu penduduk.

"Dalam waktu dua minggu pasca PSBB berakhir naik sebesar 75 persen. Dari 90 ke 150,7 per seratus ribu penduduk," kata dr Windhu Purnomo, Senin (22/6/2020).

Hal ini cukup mengkhawatirkan kata dr Windhu Purnomo, karena pada angka AR 90 per seratus ribu penduduk saja, menurut Windhu sudah paling tinggi secara nasional.

Ajak Warga Surabaya Berantas Peredaran Narkoba, Polisi Gandeng Satgas Kampung Tangguh Covid-19

Bapak-bapak di Gresik Kepergok Bawa 3 Bungkus Narkoba Depan Rumah Tetangga, Berontak saat Disergap

Pengusaha di Malang Diberi Stiker, Tanda Dunia Usaha Dibuka Lagi, Sutiaji: Ekonomi Mulai Bergerak

"DKI Jakarta memang kasusnya tertinggi di Indonesia tapi AR nya 70 pada saat itu. Masih kalah sama Surabaya yang waktu itu masih 90. Tapi sekarang hampir dua kali lipat dalam waktu dua minggu masa transisi ini," lanjut dr Windhu Purnomo.

Windhu menjelaskan AR merupakan indikator besaran risiko penduduk di suatu wilayah terinfeksi Covid-19.

"Makin tinggi AR-nya, makin tinggi resiko untuk terinfeksi. Kalau AR-nya 150,7 artinya setiap 100 ribu penduduk ada 150 orang tertular. Padahal data ini saya prediksi masih seperti gunung es. Di bawah masih banyak lagi," ucap Windhu kepada TribunJatim.com.

Tidak hanya di Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik pun juga mengalami kenaikan angka AR walaupun tidak setajam Kota Surabaya.

"Sidoarjo Attack Rate nya 48,7 dan gresik 30,9 per seratus ribu penduduk," ucap Windhu kepada TribunJatim.com.

Seperti diketahui, pasca PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang, pemerintah daerah memutuskan untuk melakukan transisi new normal life.

Masa transisi ini ditetapkan selama 14 hari atau dua pekan semenjak PSBB Surabaya Raya berakhir pada Senin (8/6/2020) lalu.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved