Breaking News:

Karantina Pertanian Surabaya Sukses Ekspor Beras Rendah Lemak ke Korea Selatan, Perdana Ikut KIWIE

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan pihaknya sukses fasilitasi ekspor perdana Beras Konjac ke Korea Selatan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Karantina pertanian Surabaya sukses fasilitasi ekspor perdana Beras Konjac ke Korea Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Karantina Pertanian Surabaya menyatakan pihaknya telah sukses mefasilitasi ekspor perdana Beras Konjac ke Korea Selatan.

Beras Konjac merupakan beras rendah kalori yang dibuat dari umbi-umbian, yakni dari umbi jenis porang.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

Alasan Sebenarnya Soeharto Makamkan Soekarno di Blitar, Megawati Sebut Keluarga Tak Setujui

Tragedi Maut Pesta Pernikahan, Satu Keluarga di Semarang Positif Covid-19, Ibu Mempelai Tewas

"Untuk pertama kalinya, Beras Konjac atau biasa dikenal dengan beras rendah kalori asal umbi jenis porang diterbangkan ke Korea Selatan guna mengikuti pameran KIWIE (Korea International Women's Invention Exposition)," kata Musyaffak, Senin (22/6/2020) di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.

Saat ditemui langsung, ia menegaskan intinya pihaknya sangat mengapreasi hasil inovasi dari civitas akademika di Universitas Brawijaya itu, semoga promosi berhasil dan berlanjutan ekspornya.

Menurut Musyaffak, beras yang diekspor itu merupakan asal sub sektor tanaman pangan yang diketahui mengandung lemak lebih rendah dari beras biasa sehingga cocok bagi konsumen yang membatasi konsumsi lemak/untuk berdiet.

Yan Vellia Izinkan Betrand Peto Nyanyi Lagu Didi Kempot, Tak Masalah dengan Logat, Ini Alasannya

86 Orang Lupa Pakai Masker Dihukum Menyapu Jalan Jawa Gresik, Pakai Rompi Pelanggar Perbup

Dijelaskannya, sukses menjadi pemfasilitas ekspor beras tersebut, tindakan pemeriksaan karantina terhadap 200 gram beras konjac itu meliputi pemeriksaan fisik dan memastikan komoditas ini telah bebas dari hama gudang Oryzaephilus sp.

"Dan setelah dipastikan sehat dan aman kami terbitkan Phytosanitary Certificate (PC), imbuhnya.

Lebih lanjut, Musyaffak mengungkapkan beras yang terbuat dari umbi jenis porang yang dimana merupakan tumbuhan liar yang lazim ditemukan di sela-sela pepohonan hutan dan pekarangan rumah itu saat ini memang mulai banyak dilirik.

"Tanaman porang saat ini mulai dilirik untuk dikembangkan secara luas karena memiliki nilai ekonomis tinggi, bahkan umbi porang biasa digunakan sebagai bahan baku tepung, kosmetik, obat, penjernih air, bahan ramen (mie) dan tentunya juga termasuk dibuat beras konjac ini," jelas Musyaffak.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved